Partai Nasdem Bergabung ke KIM Plus, Prabowo Buat Koalisi Besar, Pengamat Politik: Ujung-ujungnya Bagi-bagi Jatah Kursi Menteri!

Pengamat Politik, Yunarto Wijaya (tengah)
Pengamat Politik, Yunarto Wijaya (tengah)

AYOJAKARTA.COM - Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh berkunjung ke kediaman presiden terpilih Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Kamis, 15 Agustus 2024.

Pertemuan tersebut dalam rangka bergabungnya Partai Nasdem dengan pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang otomatis Partai Nasdem juga bergabung ke Koalisi Indonesia Maju (KIM Plus).

Keputusan tersebut diambil usai Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh bertemu dan berdiskusi dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Baca Juga: Tes Kepribadian: Gambar Zebra atau Singa yang Kamu Lihat Pertama Kali? Jawabannya…

Yang dilakukan Prabowo tersebut mirip dengan apa yang dilakukan oleh Presiden Jokowi yakni merangkul semua partai. Lalu, apakah bentuk pemerintahan tidak pede atau anti terhadap oposisi?

Menurut Direktur Eksekutif Charta Politika sekaligus Pengamat Politik, Yunarto Wijaya mengatakan bahwa pola tersebut merupakan pola yang biasa saja dan yang namanya kekuasaan pasti semua orang akan memperebutkan.

“Sebenarnya menjadi sebuah pola yang biasa saja, ya yang namanya gula kekuasaan itu pasti orang ingin berebutlah” ucapnya, dikutip Ayojakarta.com dari Youtube Kompas TV Sukabumi.

Pria yang akrab disapa Mas Toto tersebut mengatakan poin yang pertama adalah esensi dari demokrasi dan pemilu. Kalau dalam setiap pemilu kemudian pihak yang kalah bergabung buat apa adanya pemilu.

Baca Juga: BKN Resmi Umumkan Jadwal Pendaftaran! Ini Dia Dokumen yang Harus Kamu Persiapkan untuk CPNS Kemenkumham

“Yang pertama poin paling penting adalah esensi dari demokrasi dan pemilu, kalau dalam setiap pemilu kemudian pihak yang kalah bergabung lalu apa gunanya Pemilu. Pemilu itu dalam esensi demokrasial yang menang memiliki hak untuk membuat program yang kalah mengawasi” ujarnya.

“Kedua kalau selalu dikaitkan dengan persatuan atau upaya untuk merangkul itu dikaitkan dengan bergabung dalam pemerintahan, apakah pihak yang mengawasi parlemen dan tidak mendapatkan jatah menteri untuk bergabung dalam koalisi, bukan menjadi bagian dari persatuan dalam demokrasi tidak” sambungnya.

“Demokrasi itu malah harus ada pihak yang mengawasi dan mana yang tidak” ucapnya lagi.

Yunarto Wijaya juga menyebutkan siapapun yang terpilih di Pilkada 2024 nanti baik dari yang dari koalisi pemerintah pusat atau oposisi, pasti nanti akan ikut peraturan dari pemerintah pusat.

Baca Juga: Pencairan PKH dan BPNT Alokasi Juli-Agustus 2024 Hampir Merata, yang Cair Via PT Pos Sampai Tahap Apa? Ini Kata Petugas

“Yang ketiga kalau kita bicara ini adalah demi tujuan liniernya bagaimana kebijakan pemerintah pusat dengan pemerintahan daerah, faktanya bahwa siapapun yang terpilih dalam pilkada mau itu dari yang pro koalisi pemerintah di level pusat ataupun oposisi itu pasti akan ikut kok dengan kebijakan pemerintah pusat” ucap Yunarto.

Menurut Direktur Eksekutif Charta Politika tersebut kepala daerah harus berasal dari partai koalisi pendukung pemerintah pusat itu merupakan logika yang menakut-nakuti.

“Jadi itu logika yang menurut saya menakut-takuti bahwa kepala daerah harus berasal dari partai koalisi pendukung pemerintah baru seakan-akan menjalankan program pemerintah” katanya.

Ia juga mengatakan poin yang harus diluruskan dalam pilkada 2024 ini adalah fakta yang dilihat kalau mendukung berarti dapat kursi menteri hal tersebut bukan persatuan nasional.

Baca Juga: Fakta Baru Kasus Vina Cirebon, Kesaksian Arta Anoraga Ungkap Eky Sempat Konsumsi Miras Sebelum Kejadian

Itu juga yang membuat nantinya presiden terpilih akan terbebani untuk menyusun kabinet pemerintahan.

“Terakhir poin paling penting kan adalah sah-sah saja semuanya menyatakan mendukung, tapi faktanya kan yang kita lihat adalah kalau mendukung berarti dapat yang namanya kursi menteri itu bukan simbol persatuan nasional itu namanya koalisi dagang sapi” ujarnya.

“Jadi presiden terpilih terbebani ketika menyusun kabinet akhirnya harus nambah jumlah kursi menteri demi keterwakilan parpol menambah jumlah kursi wakil menteri demi keterwakilan parpol” ucap Yunarto.

“Akhirnya adalah bagaimana program-program publik yang harusnya lebih bisa dieksekusi, terombang-ambing oleh isu mengenai bagaimana beban presiden baru untuk membagi-bagi kekuasaan” tutupnya.

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Partai Nasdem
# KIM Plus
# Prabowo Subianto

News Update

Metropolitan

Kunjungan Turis DKI Jakarta Tembus Jutaan, Ekonomi Ibu Kota Berhasil Capai Rp 67,5 Triliun!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, ke Ibu Kota mengalami kenaikan yang sangat signifikan.

Metropolitan

Siap Hadirkan Ruang Publik Sehat, Pemprov DKI Targetkan Bangun 10 RTH Baru hingga Akhir 2026!

Hingga akhir tahun 2026 mendatang, Pemprov Jakarta menargetkan pembangunan 10 ruang terbuka hijau (RTH) baru di berbagai titik.

Metropolitan

Kolaborasi Homy Nomad Fatmawati dan Flow Society Gelar Yoga Seamless Strength

Homy Nomad Fatmawati berkolaborasi dengan komunitas yoga Flow Society menggelar kegiatan yoga

Bisnis

Tiga Strategi Utama SMF untuk Dukung Likuiditas Lembaga Penyalur Kredit

Dalam memperkuat perannya di sektor pembiayaan perumahan, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menjalankan tiga strategi utama, yaitu mendukung program Pemerintah menyediakan likuiditas

Bisnis

Per Juni 2026, SMF Bukukan Akumulasi Penyaluran Pembiayaan Sebesar Rp141,61 triliun

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF terus memperkuat perannya sebagai penyedia likuiditas sekaligus alat fiskal Pemerintah dalam mendukung keberlanjutan sektor pembiayaan perumahan

News

Lembaga Baru! Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia, Tugasnya Apa?

Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI).

News

Resmi Dilantik Prabowo, Mantan Wamentan Sudaryono Jadi Kepala Badan Gizi Nasional: Janji Benahi MBG

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Metropolitan

Waspada! Muka Tanah Jakarta Turun 4 Sentimeter per Tahun, Kawasan Muara Baru Jadi yang Terdalam...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah masih menjadi tantangan lingkungan yang sangat serius bagi ibu kota.

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.