AYOJAKARTA.COM - Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, memberikan tanggapan atas rumor yang beredar tentang kemungkinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggantikan Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Golkar.
Rumor ini mencuat setelah mundurnya Airlangga dari posisi puncak partai, yang memicu spekulasi mengenai siapa yang akan mengisi kekosongan tersebut.
Doli Kurnia menegaskan bahwa pengunduran diri Airlangga adalah sebuah kejutan besar bagi internal Golkar.
"Ini adalah sesuatu yang mengagetkan bagi kami, DPP Partai Golkar. Mundurnya Pak Airlangga adalah sebuah langkah yang mengejutkan," ujar Doli dalam keterangannya.
Ia menambahkan bahwa saat ini fokus utama Golkar adalah memastikan kelangsungan organisasi, bukan berspekulasi mengenai siapa yang akan menggantikan Airlangga.
"Yang penting bagi kami sekarang adalah organisasi ini tetap berjalan. Kami segera memberikan penjelasan, InsyaAllah, walaupun Pak Airlangga mundur secara de facto, organisasi ini tetap berjalan dengan baik," kata Doli.
Doli juga menekankan bahwa proses pengunduran diri Airlangga masih harus melalui mekanisme formal di internal Golkar, yaitu melalui rapat pleno DPP Partai Golkar.
"Secara de jure, pengunduran diri itu harus dilegitimasi dalam institusi yang bernama rapat pleno. Jadi, sampai ada keputusan de jure, kita belum mau berspekulasi mengenai siapa yang akan menjadi pelaksana tugas ketua umum," jelasnya.
Terkait isu Jokowi yang diisukan akan menggantikan Airlangga, Doli memilih untuk tidak berkomentar lebih jauh.
"Saya enggak mau berspekulasi. Yang penting sampai rapat pleno betul-betul pengunduran diri ini diterima oleh pengurus DPP. Setelah itu, kita akan lihat siapa yang akan menjadi pelaksana tugas ketua umum," pungkasnya.
Baca Juga: Banyak Jenisnya! Ternyata Ini 4 Tipe Introvert yang Perlu Kamu Kenali, Bukan Cuma Pendiam Loh
Rumor tentang Jokowi yang disebut-sebut berpotensi menjadi ketua umum Golkar muncul setelah kemenangan Prabowo-Gibran dalam Pemilu 2024. Hubungan erat antara Jokowi dan Golkar, yang kerap terlihat dalam berbagai kesempatan, semakin memperkuat spekulasi ini.
Menurut Direktur Eksekutif Indikator Politik, Burhanuddin Muhtadi, peluang Jokowi untuk menjadi ketua umum atau meng-endorse seseorang sebagai pemimpin Golkar semakin kuat bila Musyawarah Nasional (Munas) Golkar digelar sebelum pelantikan presiden.***
Namun, jika Munas diadakan setelah pelantikan, sekitar bulan Desember, maka nama lain seperti Bahlil Lahadalia disebut sebagai kandidat kuat.
Meski demikian, hingga saat ini, Golkar masih menunggu hasil rapat pleno untuk memutuskan langkah selanjutnya dan siapa yang akan memimpin partai berlambang pohon beringin tersebut.***

Share this article
Beredar tentang kemungkinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggantikan Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Golkar.