Anggaran Upacara 17 Agustus di IKN dan Jakarta Membengkak, Pengamat Kebijakan Publik: Kesannya Memaksakan!

Presiden Jokowi menilai wajar anggaran perayaan HUT RI ke-79 di IKN membengkak, mengingat mengadakan upacara di dua tempat berbeda.
Presiden Jokowi menilai wajar anggaran perayaan HUT RI ke-79 di IKN membengkak, mengingat mengadakan upacara di dua tempat berbeda.

AYOJAKARTA.COM - Menteri Sekretaris Negara Pratikno juga mengakui adanya pembengkakan anggaran untuk upacara. Ia menyebut penyebabnya adalah pelaksanaan acara di dua lokasi berbeda.

Salah satu sorotan publik adalah biaya sewa transportasi. Istana telah membantah kabar mengenai penyewaan 1.000 mobil dengan tarif hingga Rp25 juta per hari.

Sebagai gantinya, Istana berencana menyewa sekitar 200 bus untuk mengangkut tamu upacara di IKN.

Presiden Jokowi menilai wajar jika anggaran perayaan HUT RI ke-79 di IKN membengkak, mengingat kebutuhan dana yang lebih besar untuk mengadakan upacara di dua tempat berbeda.

Hal ini disampaikannya usai acara Festival Like di Jakarta Convention Center pada Jumat, 9 Agustus lalu.

"Iya namanya dulu hanya di satu tempat. Ini karena ada transisi, sehingga menjadi di dua tempat. Ini saya kira biasa, wajar, dan juga anggarannya di Kementerian Sekretariat Negara," ucap Presiden Jokowi.

Baca Juga: Gak Perlu Jauh-Jauh! Ini Rekomendasi Tempat Wisata yang Bisa Kamu Kunjungi Saat Libur 17 Agustus

Pembengkakan anggaran tersebut banyak disoroti oleh masyarakat, salah satunya Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahardiansyah

Ia ikut menyoroti pelaksanaan Upacara Kemerdekaan RI di IKN dan Jakarta termasuk pemborosan anggaran.

Pengamat Kebijakan Publik tersebut mengatakan jika dilihat dari sisi kebijakan pulbik pelaksanaan upacara 17 Agustus seharusnya di satu tempat saja jangan di dua tempat.

Seharusnya digelar di Jakarta saja yang fasilitasnya sudah memadai, jangan di IKN yang fasilitasnya belum memadai.

“Ya kalau dari sisi kebijakan publik pelaksanaan upacara 17 Agustus itu harusnya di satu tempat saja, jangan di dua tempat maksud saya, kita pilih aja misalnya Jakarta saja yang memang infrastrukturnya sudah memadai” ucapnya

Baca Juga: Bansos PKH dan BPNT yang Dicairkan melalui PT Pos Indonesia Akan Diganti lewat ATM! Mulai Kapan?

“Kalau diselenggarakan di IKN ya kesan jadi memaksakan di sana karena memang infrastrukturnya belum ada masih minim lah gitu” sambungnya.

“Kemudian juga membutuhkan yang lebih besar lagi terkait dengan kendaraan gitu loh dan berbagai lain. Institusi juga masyarakatnya di sana juga belum boleh ikut terlibat di dalam Upacara 17 Agustus itu” kata pengamat kebijakan publik tersebut, dikutip dari Youtube KOMPASTV, pada Senin, 12 Agustus 2024.

Menurut Trubus, penyelenggaraan yang paling efektif di selenggarakan di satu tempat saja, jika memaksakan di dua tempat akan mengakibatkan pembengkakan anggaran.

“Menurut saya yang paling efektif adalah penyelenggaraannya di satu tempat saja, tapi kalau yang kedua kalau memang dipaksakan di dua tempat ya ujungnya ini anggarannya terus membengkak begitu” katanya.

“Sementara selama ini kan tidak ada perancang perencanaan yang matang terkait dengan upacara di dua tempat ini terkait dengan anggaran maupun berbagai apa infrastruktur yang dibutuhkan termasuk juga tamu undangan dan pelayanannya, ini kan juga hal yang sangat krusial ya” lanjutnya.

Trubus berpendapat bahwa jika Presiden Joko Widodo ingin meninggalkan warisan di akhir masa pemerintahannya, sebaiknya upacara cukup dilakukan di IKN dengan kondisi yang ada, tanpa perlu tambahan biaya yang besar.

“Kalau memang keinginan bapak Presiden untuk sesuai memenuhi janji politiknya dan meninggalkan legacynya di akhir masa pemerintahannya untuk menyelenggarakan Upacara 17 dieksekusi di IKN otomatis ya sudah diselenggarakan aja di IKN” ucapnya.

“Secara apa terbatas dan kemudian nanti tinggal menggunakan media-media yang sudah ada, baik media pemerintah maupun media masyarakat untuk menyiarkan adanya pemberitaan penyelenggaraan Upacara 17 Agustus di IKN” sambungnya.

Pengamat kebijakan publik tersebut mengatakan upacara 17 Agustus tersebut tidak perlu mengundang banyak tamu undangan.

“Yang kedua ya tentu kemudian di sini tidak perlu mengundang terlalu banyak ini tamu undangan apalagi tamu-tamu yang sifatnya seperti juta besar atau konsul yang lainnya lah mestinya menurut saya” kata Trubus.

Baca Juga: 6 Kriteria Gangguan Kepribadian Histrionik yang Sering Dianggap Lebay atau Berlebihan

Ia juga mengatakan seharusnya memikirkan berbagai kemungkinan seperti minimnya infrastruktur sehingga nantinya tidak merepotkan semua pihak.

“Barangkali perlu juga dipikirkan berbagai kemungkinan karena di sana sifatnya masih minim infrastrukturnya gitu sehingga tidak merepotkan dalam hal ini ke panitia maupun masyarakat juga. Di sana pun juga tidak bisa menikmati artinya karena masih ada pembatasan-pembatasan belum bisa mengikut upacara di IKN itu” tutupnya.

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Anggaran Upacara
# IKN
# 17 Agustus
# Jakarta

News Update

Metropolitan

Kunjungan Turis DKI Jakarta Tembus Jutaan, Ekonomi Ibu Kota Berhasil Capai Rp 67,5 Triliun!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, ke Ibu Kota mengalami kenaikan yang sangat signifikan.

Metropolitan

Siap Hadirkan Ruang Publik Sehat, Pemprov DKI Targetkan Bangun 10 RTH Baru hingga Akhir 2026!

Hingga akhir tahun 2026 mendatang, Pemprov Jakarta menargetkan pembangunan 10 ruang terbuka hijau (RTH) baru di berbagai titik.

Metropolitan

Kolaborasi Homy Nomad Fatmawati dan Flow Society Gelar Yoga Seamless Strength

Homy Nomad Fatmawati berkolaborasi dengan komunitas yoga Flow Society menggelar kegiatan yoga

Bisnis

Tiga Strategi Utama SMF untuk Dukung Likuiditas Lembaga Penyalur Kredit

Dalam memperkuat perannya di sektor pembiayaan perumahan, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menjalankan tiga strategi utama, yaitu mendukung program Pemerintah menyediakan likuiditas

Bisnis

Per Juni 2026, SMF Bukukan Akumulasi Penyaluran Pembiayaan Sebesar Rp141,61 triliun

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF terus memperkuat perannya sebagai penyedia likuiditas sekaligus alat fiskal Pemerintah dalam mendukung keberlanjutan sektor pembiayaan perumahan

News

Lembaga Baru! Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia, Tugasnya Apa?

Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI).

News

Resmi Dilantik Prabowo, Mantan Wamentan Sudaryono Jadi Kepala Badan Gizi Nasional: Janji Benahi MBG

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Metropolitan

Waspada! Muka Tanah Jakarta Turun 4 Sentimeter per Tahun, Kawasan Muara Baru Jadi yang Terdalam...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah masih menjadi tantangan lingkungan yang sangat serius bagi ibu kota.

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.