Pakar Hukum Pidana Universitas Al Azhar Ungkap 2 Prediksi Pegi Setiawan Usai Sidang Praperadilan, Bisa Bebas?

Pakar hukum dari Universitas Al Azhar, Suparji Ahmad (suaramerdeka.com / dok pribadi)
Pakar hukum dari Universitas Al Azhar, Suparji Ahmad (suaramerdeka.com / dok pribadi)

AYOJAKARTA.COM -- Kasus Vina Cirebon kini masih menyita perhatian publik, terutama terkait sidang praperadilan Pegi Setiawan.

Sosok Pegi Setiawan yang kini ditetapkan sebagai tersangka pembunuh Vina Cirebon ramai diperbincangkan.

Banyak pihak menuding polisi atau pihak penyidik kasus Vina Cirebon salah tangkap pelaku DPO Pegi alias Perong.

Perdebataan tentang kejanggalan penetapan tersangka pembunuh Vina Cirebon inipun terus bergulir hingga kini.

Baca Juga: Perkiraan Akhir Sidang Praperadilan Pegi Setiawan Menurut Analisis Ahli Psikologi Forensik Reza Indragiri

Dalam kasus ini, polisi atau Polda Jabar bersikukuh bahwa Pegi Setiawan merupakan DPO Pegi alias Perong.

Di sisi lain, keluarga dan tim kuasa hukum Pegi Setiawan meyakini bahwa tafsiran tersebut tidaklah benar.

Adanya dugaan kasus salah tangkap polisi, membuat pihak Pegi Setiawan kini menjalani sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Bandung.

Sudah masuk di hari keempat, sidang praperadilan Pegi Setiawan rencananya akan digelar hingga Senin(08/07/2024) mendatang.

Masalah pokok dalam kasus Pegi Setiawan dalam sidang praperadilan ini adalah tentang keabsahan statusnya sebagai tersangka di kasus Vina Cirebon.

Baca Juga: Sidang Praperadilan Pegi Setiawan: Ahli Hukum Pidana Sebut Penyidik Melanggar KUHAP, Tentang Apa?

Pakar Hukum Pidana Ungkap Kemungkinan Nasib Pegi Setiawan

Terkait hal tersebut, Pakar Hukum Pidana Universitas Al Azhar, Suparji Ahmad ikut bersuara.

Suparji Ahmad mengemukakan pendapatnya terkait prediksi nasib Pegi Setiaan di lingkaran kasus Vina Cirebon.

Dalam sebuah tayangan di YouTube Kompas TV pada Kamis (04/07/2024), Suparji Ahmad mengungkapkan dua kemungkinan putusan hakim terkait nasib Pegi Setiawan usai sidang praperadilan.

Ia mengungkap hanya ada dua kemungkinan yang akan terjadi pada Pegi Setiawan usai sidang ini, antara ditolak dan dikabulkan.

"Pertama dikabulkan, kedua ditolak atau tidak dapat diterima," kata Suparji Ahmad.

Baca Juga: Ahli Hukum Pidana Agus Surono Jelaskan Soal Akun Facebook dalam Sidang Praperadilan Pegi Setiawan

Suparji Ahmad juga mengungkap bahwa selalu ada risiko di antara maing-masing putusan, entah itu ditolak maupun diterima oleh hakim.

Dengan kata lain, meski tuntutan Pegi Setiawan dikabulkan hakim, nantinya hal itu masih akan membuahkan masalah baru dalam kasus Vina Cirebon ini.

"Jika dikabulkan tidak secara otomatis masalah selesai," tambah Suparji Ahmad.

Baca Juga: Biodata dan Profil Agus Surono, Ahli Hukum Pidana Polda Jabar di Sidang Praperadilan Pegi Setiawan Lengkap Beserta LinkedIn, IG hingga Umur

Pakar hukum pidana tersebut mengungkap jikalau tuntutan Pegi Setiawan ditolak, kemungkinan tentang bukti lain yang menguatkan Pegi adalah DPO Perong masih bisa terjadi.

"Dilanjutkan dengan tersangka yang lain yang benar-benar diincar polisi atau malah ada alat bukti baru untuk membuktikan Pegi memang bersalah," ungkap Suparji.

Terkait tentang alat bukti dari penyidik yang diduga kurang kuat terhadap Pegi Setiawan, masih ada peluang bahwa tersangka bisa bebas.

"Tapi ada kemungkinan ya karena tidak cukup alat bukti maka kemudian Pegi bisa lepas, kemudian bisa cari tersangka yang sebenarnya," tambahnya.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Perong
# suparji ahmad
# Universitas Al Azhar
# Pegi Setiawan
# Pakar Hukum Pidana
# Vina
# Sidang Praperadilan
# Polda Jabar
# Cirebon

News Update

Jakarta Pusat

PAM Jaya Gerak Cepat Tangani Pipa Bocor Imbas Proyek JSDP, Suplai Air Dipastikan Tetap Mengalir

Dirut PAM Jaya mengatakan kebocoran bermula saat kontraktor proyek melakukan pekerjaan pengecekan di area sekitar jaringan pipa utama milik PAM Jaya.

Bisnis

Darurat Scam dan Judi Online, BRI Bersama OJK Perketat Ekosistem Perbankan Gandeng Kemkomdigi dan PERBANAS

Sinergi BRI, PERBANAS, OJK, dan Kemkomdigi resmi tingkatkan keamanan keuangan digital demi memberantas judi online dan scam.

Bisnis

Antisipasi Lonjakan Permintaan, Pertamina Suntik Tambahan LPG Subsidi 138 Metrik Ton di Kabupaten Subang

Pertamina Patra Niaga menambah 138 metrik ton LPG 3 Kg di Subang hingga akhir Juli 2026 untuk menjaga stok dan kelancaran distribusi.

Nasional

Tips Memilih Lowongan Program Magang Nasional 2026, Jangan Asal Klik!

Memilih lowongan program magang secara tepat dapat memberikan pengalaman berharga yang berdampak pada pengembangan karier di masa depan.

Jakarta Timur

INFO Penting untuk Warga Jaktim! Per 27 Juli 2026, Kantor Sudin Dukcapil Jakarta Timur akan Pindah Sementara, Ini Lokasinya

Kepindahan ini dilakukan untuk mendukung proses renovasi gedung sekaligus meningkatkan kenyamanan serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Metropolitan

Transjakarta Gelar Sayembara Desain Green Hub Petamburan, Siapkan Konsep Kawasan Transportasi Masa Depan

Sayembara Desaian Green Hub Petamburan ini mengusung tema "Green Connectivity: Weaving Mobility, Elevating Urban Life".

Jakarta Timur

Dinas Bina Marga DKI Jakarta Mulai Penataan Trotoar di Jakarta Timur dengan Konsep Complete Street, Pejalan Kaki Lebih Aman dan Nyaman

Langkah ini menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang publik yang lebih aman, nyaman, dan inklusif bagi para pejalan kaki.

Metropolitan

Masih Ada Kesempatan! Pendaftaran Jakarta Innovation Awards 2026 Diperpanjang, Yuk Siapkan Inovasi Terbaikmu

Jakarta Innovation Awards merupakan ajang apresiasi bagi inovasi yang telah diimplementasikan dan memberikan manfaat nyata bagi Jakarta.

Pendidikan

Pemprov DKI Batasi Penggunaan Medsos Anak di Bawah 16 Tahun? Pramono Anung: Jakarta Dukung Komdigi

Pemprov DKI Jakarta menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah pusat yang membatasi akses media sosial (medsos) bagi anak di bawah usia 16 tahun

Metropolitan

DKI Tutup 2 Zona Aktif di Bantargebang, Sistem 'Open Dumping' Mulai Ditinggalkan!

Pemprov DKI Jakarta resmi memulai langkah besar untuk membenahi pengelolaan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi.

Viral

Menerka Bayaran Hotman Paris yang Kini Tangani Kasus Febri Adriansyah, Bisa Tembus di Atas Rp200 Miliar?

Hotman Paris resmi jadi kuasa hukum mantan Jampidsus Febrie Adriansyah terkait kasus korupsi dan TPPU. Rekam jejak honor fantastis Hotman hingga Rp200 miliar memicu spekulasi tarif di publik.

Viral

Nekat Bela Febri Adriansyah, Akun Bisnis Hotman Paris Raib!

Akun Instagram bisnis Hotman Paris Perfumery hilang usai ia menuai kritik pedas akibat membela mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Hotman mengimbau masyarakat waspada terhadap potensi penipuan.

Jakarta Selatan

Tekan Sampah ke TPST Bantar Gebang, 349 Tong Biopori Jumbo Disebar di Kebayoran Lama Jaksel!

Sebanyak 349 tong biopori jumbo didistribusikan ke enam kelurahan di wilayah tersebut guna mengurangi beban sampah yang dikirim ke TPST Bantar Gebang.

Jakarta Utara

Upaya Atasi Kemacetan Kelapa Gading-Pulo Gadung, 111 Petugas Gabungan Tata Lahan Jalan Perintis Kemerdekaan!

Sebanyak 111 personel gabungan dikerahkan untuk melakukan penertiban dan penataan lahan di kawasan RW 13, Jalan Perintis Kemerdekaan

Sport

Drama VAR Warnai Final Piala Dunia 2026, Ada 4 Momen Krusial yang Bikin Argentina Protes

Piala Dunia 2026 diwarnai krisis VAR yang picu krisis FIFA. Spanyol keluar sebagai juara usai tekuk Argentina 1-0 di final penuh drama, diwarnai kartu merah Enzo dan kontroversi keputusan wasit.

News

Hotman Paris Diminta Tak Bawa Nama Presiden dalam Kasus Febrie Adriansyah, Istana: Jangan Dikait-kaitkan!

Hal ini menyusul pernyataan Hotman yang membawa-bawa nama Presiden Prabowo Subianto dalam pembelaannya terhadap sang klien, mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.

News

Siap-siap! Tarif Naturalisasi dan Lepas Status WNI Naik Mulai Agustus 2026, Cek Rincian Lengkapnya di Sini

Pemerintah resmi menetapkan penyesuaian tarif untuk berbagai layanan kewarganegaraan yang akan mulai diberlakukan pada Agustus 2026.

Sport

Badai Kritik Terjang Gianni Infantino Usai Penutupan Piala Dunia 2026, FIFA Dinilai Hanya Kejar Bisnis

Presiden FIFA Gianni Infantino hadapi krisis kredibilitas usai Piala Dunia 2026. Sorotan tiket mahal, jet pribadi, hingga sorakan publik di final hiasi kritik bisnis, meski posisi politiknya kokoh.

Jakarta Timur

Gudang Spark Sport Academy Pondok Bambu Dilalap Si Jago Merah, 25 Anak Berhasil Dievakuasi Selamat!

Kebakaran terjadi di gedung Spark Sport Academy yang berlokasi di Jalan Pahlawan Revolusi, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Senin, 20 Juli 2026

Metropolitan

Jakarta Menuju Kota Global, Pramono Anung Dorong Fasilitas Publik dan Perkantoran Wajib Punya Ruang Laktasi!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan komitmennya untuk memperkuat fasilitas bagi ibu dan anak di ibu kota.