AYOJAKARTA.COM - Bu Nining, pemilik warung yang dikunjungi para terpidana pada malam pembunuhan Vina, menceritakan kesaksiannya.
Dia menyebutkan bahwa dia harus meminta mereka pergi karena kebisingan mereka.
Dalam kesaksiannya yang dibagikan di kanal Youtube Dedi Mulyadi, Bu Nining menceritakan peristiwa malam tewasnya Vina dan Eki pada tahun 2016.
Ia mengatakan, para terpidana kerap membeli jajanan di tokonya, termasuk pada malam kejadian.
Meskipun dia tidak dapat mengingat waktu tepatnya, dia ingat pernah berinteraksi dengan mereka.
Bu Nining menyebutkan, biasanya ia menutup tokonya sekitar pukul 19.00 WIB setiap hari.
Pada malam kejadian, dia menutup tokonya seperti biasa untuk menunaikan shalat Isya lalu tertidur.
Namun, ia terbangun karena suara tawa dan perbincangan nyaring dari sekelompok pemuda di depan tokonya.
“Saat saya tidur, saya mendengar tawa dan pembicaraan,” kata Nining.
Ia mengaku tidak mengetahui apa yang dilakukan para pemuda tersebut di luar tokonya karena ia tidak melihat secara langsung.
Merasa terganggu, dia mengetuk pintu tokonya dari dalam dan meminta mereka diam.
Baca Juga: 7 Kiat Ampuh untuk Memperpanjang Masa Pakai Baterai Android Anda
“Saya merasa terganggu, makanya saya ketuk pintu toko dari dalam dan berkata, 'Jangan berisik, saya mau tidur.' Lalu ada yang bilang, 'Ayo pindah, Bu Nining diganggu,'” kenang Nining.
Setelah itu, dia tidak tahu kemana perginya para pemuda itu.
Dia juga tidak tahu mereka sedang minum-minum di depan tokonya.
Meski begitu, dia tidak yakin apakah merekalah yang membunuh Vina.***
Baca Juga: Tes Psikologi: Pilih 1 Bunga Kamelia, Jawabanmu Ungkap Sisi Terang Karaktermu!

Share this article
Bu Nining memberikan kesaksian saat malam pembunuhan Vina dan Eky, ia mengaku sempat mengusir para terpidana karena berisik.