AYOJAKARTA.COM – Pakar Digital Forensik dan Komputer Vision, Rismon Sianipar tengah gencar mengungkap dugaan rekayasa CCTV dalam kasus Jessica Wongso.
Dalam tayangan YouTube Balige Academy, ia mengungkapkan kekecewaannya kepada Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
“Saya sangat kecewa ya saudara teman-teman sekalian, bukan karena saya orang penting tapi karena saya masyarakat biasa yang berharap bahwa seorang Kapolri punya nyali,” ujar Rismon Sianipar dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Balige Academy pada Kamis (21/3/2024).
“Saya pikir dulu seorang Kapolri berani mati bahwa nyawanya sudah direlakan untuk republik ini. Ternyata dugaan saya atau hipotesis saya jauh dari harapan,” sambungnya.
Rismon Sianipar merasa bahwa Kapolri tidak bernyali membongkar adanya dugaan rekayasa CCTV Kafe Olivier yang jadi alat bukti utama.
Bahkan menurutnya laporan Dumas (aduan masyarakat) yang telah dikirimkan secara online ke Dumas Presisi sejak tanggal 1 Maret 2024 hingga kini tidak ada respons.
“Bahwa sampai sekarang dumas saya yang 1 Maret sampai hari ini 19 Maret 2024 tidak ada tanggapan belum diproses sama sekali. Itu sistem apa itu Kapolri?” kata Rismon Sianipar.
Lelaki yang pernah dihadirkan sebagai saksi ahli digital forensik dalam sidang 2016 oleh pengacara Jessica Wongso mendesak agar Kapolri mundur dari jabatannya jika masih tetap diam saja padahal ada rekayasa brutal.
Baca Juga: Tes Ilusi Optik: Temukan Naga di Kastil dalam Waktu 9 Detik untuk Uji Keterampilan Observasi
Rismon Sianipar merasa bahwa Kapolri tidak bernyali memeriksa keterlibatan anak buahnya yakni Krishna Murti dan Muhammad Nuh Al Azhar terkait dugaan rekayasa CCTV Kafe Olivier.
“Makanya saya bilang Anda mundur aja Kapolri, nggak punya nyali sama sekali untuk memeriksa Krishna Murti sama Kombes Pol Muhammad Nuh Al Azhar,” tuturnya.
“Sudah tau ini rekayasa brutal sangat barbar memalukan kita. Seluruh dunia tahu dunia internasional apa bagaimana. Investor pun akan lari (karena) penegakan hukum semacam ini,” imbuhnya.
Menurutnya siapapun selain Jessica Wongso juga bisa berpotensi menjadi korban rekayasa mafia hukum.
“Makanya saya bilang mulai periksa panggil Tito Karnavian sama Krishna Murti karena itu komandannya saat itu. Tidak masuk akal jika mereka tidak mengerti, tidak memahami, tidak mengetahui rekayasa tersebut,” ungkap Rismon Sianipar.
“Anda nggak bernyali sama sekali, kami kira nyawa anda sudah dipertaruhkan untuk republik ini. Ternyata nyalinya sayur,” lanjutnya.
“Masa aduan saya 1 Maret 2024 nggak ada sama sekali, bilang kek apa responnya gitu. Saya sudah adukan 30 apa perlu saya adukan lagi yang ke 37 bukti yang saya dapatkan,” tuturnya.***

Share this article
Dalam tayangan YouTube Balige Academy, Rismon Sianipar mengungkapkan kekecewaannya kepada Kapolri Listyo Sigit Prabowo.