AYOJAKARTA.COM - Cawapres paslon 03 Mahfud MD menceritakan bagaimana rezim otoriter Orba ditumbangkan saat berbincang-bincang usai nobar film Eksil di Blok M Plaza, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 14/3/2024.
Mahfud MD mengakui bahwa kontribusinya sangat kecil dalam pemerintahan selama ini. Kontribusi terbesar justru berasal dari seluruh rakyat Indonesia yang menumbangkan rezim otoriter pada reformasi 1998 dalam menumbangkan rezim otoriter.
Lebih lanjut, Mahfud MD menceritakan bahwa tumbangnya rezim Orde Baru pada waktu itu sama sekali tidak terbayangkan.
Baca Juga: Sepi Peminat! Pekerjaan dengan Gaji Tertinggi di Dunia, Harus Siap dengan Risiko
Pasalnya, tambah Mahfud, Presiden Soeharto saat itu dikenal sangat kuat, terlebih TNI juga sangat loyal terhadap Soeharto.
Bahkan, rakyat pada 23 Maret 1998 masih seribu persen mendukung Presiden Soeharto. Tidak ada yang lebih kuat daripada Presiden Soeharto pada waktu itu.
Mahfud MD menceritakan saat sidang kabinet ketika Indonesia mengalami kelangkaan cabai, Presiden Soeharto menyuruh menteri-menterinya makan cabai sampai-sampai mata mereka berair karena tidak kuat menahan pedas.
Namun, sekuat apapun, pemerintah pada waktu itu tidak bisa membendung aspirasi murni dari rakyat yang menuntut demokrasi dan kebebasan.
Alhasil, tak butuh lama, usai terjadinya gejolak di masyarakat soal revolusi, dua setengah bulan berselang akhirnya Soeharto lengser.
Reformasi kemudian melahirkan kebijakan-kebijakan anti-diskriminasi yang dipelopori oleh Presiden Habibie.
Semua tahanan politik dikeluarkan dari penjara. Skrining keterlibatan dengan PKI ditiadakan di era Presiden Habibie.
Selanjutnya pada era Presiden Gus Dur barulah pintu bagi eksil dibuka dengan mengirimkan Yusril Ihza Mahendra untuk menemui para eksil.
Namun, Mahfud MD mengakui pemulangan para eksil belum sepenuhnya terealisasi hingga hari ini.***
Share this article
Usai nonton bareng film Eksil, eks menkopolhukam Mahfud MD ceritakan tentang tumbangnya rezim orde baru.