AYOJAKARTA.COM - Pengamat politik yang sering mengkritisi pemerintah, Rocky Gerung kembali merespon soal adanya pembahasan makan siang gratis di kabinet Presiden Jokowi.
Rocky Gerung menyayangkan tindakan Presiden Jokowi yang telah membahas soal program makan siang gratis di APBN 2025.
Padahal seperti yang diketahui, bahwa program makan siang gratis merupakan program usungan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto dengan Gibran Rakabuming Raka.
Baca Juga: AHY Sampaikan Adanya Pembahasan Program Makan Siang Gratis Saat Rapat Kabinet Jokowi!
Dalam sebuah kesempatan wawancara pada kanal YouTube Rocky Gerung Official, Rocky Gerung menyampaikan pendapatnya soal hal tersebut.
Presiden Jokowi dianggap terlalu percaya diri karena menganggap bahwa dirinya akan terus menjabat hingga bulan Oktober mendatang hingga berani membahas soal makan siang gratis di rapat kabinetnya.
Rocky Gerung pun menanggapi hal itu dan menganggap bahwa perkiraan Jokowi soal pembahasan makan siang gratis merupakan sesuatu yang konyol.
"Ya tentu secara formil mesti dibahas itu kan selama Pak Jokowi masih pimpinan sidang kabinet, tetapi secara materiil itu kalkulasi yang konyol," kata Rocky seperti dikutip Ayojakarta.com, Selasa (27/2/2024).
Menurut Rocky, strategi Jokowi sudah mulai terbaca oleh publik agar segala hal yang sifatnya populis akan dikenal sebagai era Jokowi.
"Jokowi ingin semacam prepaid pulsanya dia di 2025 kan ini dibayar di depan tuh dengan memastikan bahwa ada bagian yang harusbya tidak boleh lagi dipakai oleh presiden berikutnya," ungkap Rocky.
Baca Juga: Sentil Program Makan Siang Gratis, Rocky Gerung: Ide yang Serampangan …
"Karena presiden yang sekarang sudah ditawan APBN supaya proyek-proyek strategis Jokowi bisa diucapkan kembali termasuk proyek strategis Jokowi wa kak menjadi legasi dia itu makan siang gratis. Semua hal yang sifatnya populis akan diingat sebagai era Jokowi," lanjutnya.
Dan Rocky juga mengingatkan bahwa saat ini hak angket masih akan bergulir keras, dan bukan tidak mungkin bahwa Jokowi akan dimakzulkan sebelum masa jabatannya habis.
Dalam pandangannya, Presiden Jokowi saat ini pun tengah melakukan upaya pencegahan dengan pengelompokan di parlemen.
Namun yang perlu ditegaskan bahwa hak angket ini bergulir karena keinginan dari rakyat dan arah ranahnya adalah pemakzulan Presiden Jokowi.
Bagi Rocky, pemakzulan itulah yang seharusnya menjadi hukuman bagi Presiden Jokowi atas keikutcampurannya dalam proses demokrasi Indonesia.
Baca Juga: Prabowo Subianto Soal Program Makan Siang Gratis: yang Tidak Setuju Kebangetan!
"Hanya itu (pemakzulan) yang memungkinkan Jokowi itu dihukum secara konstitusional," tegasnya.
Seperti yang diketahui bahwa baru-baru ini Ketua Partai Golkar Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa akan ada rapat kabinet Presiden Jokowi membahas anggaran APBN, dan salah satu materi yang dibahas adalah makan siang gratis milik Prabowo.
Tentunya ini menjadi polemik di tengah masyarakat yang menyatakan bahwa Prabowo yang belum resmi dilantik seharusnya programnya belum dapat masuk ke dalam pembahasan APBN 2025.***

Share this article
Rocky Gerung menganggap bahwa perkiraan Jokowi soal pembahasan makan siang gratis merupakan sesuatu yang konyol.