AYOJAKARTA.COM - BLT Mitigasi Risiko Pangan merupakan program bantuan baru dari pemerintah untuk menggantikan BLT El Nino.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yakni Airlangga Hartarto telah mengumumkan bahwa bantuan BLT Mitigasi Risiko Pangan akan mulai disalurkan Februari 2024.
Bantuan ini akan diberikan secara tunai dengan jumlah sebesar Rp200.000 per bulan. Namun, sesuai dengan yang diumumkan oleh Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Bantuan BLT Mitigasi Risiko Pangan akan dicairkan untuk alokasi tiga bulan sekaligus yaitu Januari, Februari, dan Maret.
Jadi masing-masing KPM akan menerima bantuan ini sebesar Rp600.000 untuk satu kali pencairan. Terdapat 18,8 juta KPM di seluruh Indonesia yang akan menerima bantuan ini.
Target penerima bantuan ini adalah KPM yang namanya sudah terdaftar di DTKS Kementerian Sosial.
Dikutip dari Youtube Naura Vlog, terdapat beberapa informasi yang menyebutkan bahwa bantuan BLT Mitigasi Risiko Pangan sudah mulai disalurkan di beberapa daerah.
Meskipun ada beberapa daerah yang menunjukkan surat edaran untuk pencairan bantuan BLT Mitigasi Risiko Pangan melalui Pos Indonesia.
Namun, berdasarkan data di aplikasi SIKS-NG saat ini, bantuan BLT Mitigasi Risiko Pangan belum memiliki keterangan SP2D.
Untuk dapat mengetahui status penerima bantuan BLT Mitigasi risiko Pangan, KPM dapat melakukannya dengan cara sebagai berikut:
- Kunjungi halaman cekbansos.kemensos.go.id
- Masukan data lengkap seperti alamat tempat tinggal, kabupaten/kota, provinsi, desa dan kecamatan.
- Masukan nama penerima yang sesuai dengan KTP atau Kartu Keluarga (KK).
- Masukan kode verifikasi yang diminta pada kolom yang sudah disediakan.
- Kemudian klik ‘cari data’.
Untuk seluruh KPM yang akan menerima bantuan ini diharapkan terus memantau perkembangan terbaru mengenai bantuan BLT Mitigasi Risiko Pangan sesuai dengan arahan dari pemerintah.***

Share this article
BLT Mitigasi Risiko Pangan akan diberikan secara tunai dengan jumlah sebesar Rp200.000 per bulan, apakah sudah mulai cair?