Pakar Hukum Margarito Kamis Sebut Film Dirty Vote Terlalu Banyak Spekulasi: Hukum Itu Harus Konkret!

Pakar Hukum Margarito Kamis (kiri)
Pakar Hukum Margarito Kamis (kiri)

AYOJAKARTA.COM - Seorang pakar hukum tata negara, Margarito Kamis turut berkomentar terkait film dokumenter Dirty vote.

Margarito Kamis menyebut film dokumenter Dirty Vote ini terlalu banyak spekulasi.

Menurutnya Margarito Kamis, ketika ingin melaporkan suatu permasalahan hukum harus jelas pelanggarannya.

Baca Juga: Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra Sebut Dirty Vote Bukan Film Dokumenter Melainkan Pemberitaan Media

“Kalau anda bilang merancang, bagaimana bentuk rancangannya itu, kalau anda pergi ke pengadilan, begitu anda pergi ke meja hukum begitu, itu tadi kalau ada pelanggaran, siapa yang melakukan pelanggaran itu, dimana pelanggaran itu terjadi, siapa yang menyaksikannya, bagaimana bentuk tindakan itu, itu mesti ditaruh di meja hukum,” kata Margarito Kamis dikutip dari akun TikTok @dekade_08.

“Kalau Anda cuma bilang oh begini kira-kira, potensi begini, masuk laut, masuk got, orang di ternate sana bilang masuk got,” lanjut pakar Hukum Tata Negara.

Margarito juga menjelaskan bahwa hukum itu harus ditujukan pada perbuatan objektif, perbuatan yang dapat dicek sama-sama oleh semua orang, bukan memakai hayalan.

Baca Juga: Jusuf Kalla Sebut Film Dirty Vote Baru Ungkap 25% Kecurangan Pemilu, Sutradaranya Masih Sopan

“Hukum ditujukan pada perbuatan objektif perbuatan yang dapat dicek sama-sama oleh semua orang bukan pakai khayalan, pakai perkiraan, pakai spekulasi, pakai kecurigaan, no, hukum mesti sesuatu yang dapat dicek secara objektif oleh anda, saya, dan semua orang,” jelas Margarito.

Margarito juga mengatakan kalau sebagai dasar kita bernegara tidak boleh menggunakan etika, namun menggunakan hukum, karena hukum bisa dicek.

“Begitulah hukum, itulah sebabnya orang tidak menggunakan etika sebagai dasar kita bernegara, tapi pakai hukum, karena kalau hukum itu bisa dicek,” ucapnya.

Baca Juga: FIlm Dirty Vote Sudah Ditonton Jutaan Kali, Menparekraf Sandiaga Uno: Harus Jadi Koreksi Kita!

“Barang ini nyata ada, anda dan saya bisa lihat, kitab oleh berdebat sampai warna di dalam oke, dia penuh dan tidak penuh oke, tapi barang ini nyata mesti ada, terlihat,” tutur Margarito.

Pakar hukum tata negara ini juga mengumpamakan hukum di dalam Islam yang menyebutkan tidak boleh ada kecurigaan atau fitnah orang, sehingga hukum itu harus konkret bukan atas tuduhan.

“Dalam islam kan juga begitu, dalam islam kan bilang anda jangan curiga curiga orang, jangan fitnah orang, bahaya anda, kan dalam islam begitu, saya mengerti, dan saya dengar dari ceramahnya pak Quraish Shihab, Ustadz Adi Hidayat, AA GYM, anda jangan curiga orang, bahaya, apalagi kalau fitnah orang, fitnah lebih bahaya loh dari bunuh orang, makanya hukum itu baik di hukum islam, hukum kita ini harus konkrit, barang yang kita tuduhkan harus ada” tutupnya.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Dirty Vote
# film dokumenter
# Margarito Kamis

News Update

Sport

Mau Nobar Final Piala Dunia? Polda Metro Jaya: Dilarang Bawa Miras!

Jelang final Piala Dunia Spanyol vs Argentina, Polda Metro Jaya mengeluarkan imbauan penting bagi masyarakat yang berencana menggelar nonton bareng (nobar).

Pendidikan

Hore! Pramono Anung Pastikan 85 Mahasiswa ITB Asal Jakarta akan Dapat Bantuan Beasiswa dari Pemprov DKI Jakarta

Sebanyak 85 mahasiswa asal DKI Jakarta dari keluarga kurang mampu yang telah diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB) dipastikan akan mendapatkan dukungan beasiswa dari Pemprov DKI Jakarta.

News

Baru 2 Hari Dimulai Kembali, Dugaan Keracunan Akibat Konsumsi MBG di Jember! BGN Janji akan Evaluasi

dugaan kasus keracunan makanan yang menimpa sejumlah siswa dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jember, Jawa Timur.

Metropolitan

Demi Atasi Kemiskinan, Presiden Prabowo Siap Pangkas Anggaran TNI-Polri: Rela Ya?

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memprioritaskan penghapusan kemiskinan dan kelaparan di tanah air.

News

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers

PWI Pusat menyampaikan keprihatinan dan penyesalan atas pernyataan Advokat Hotman Paris Hutapea kepada wartawan saat memberikan keterangan kepada media di lingkungan Kejaksaan Agung.

Metropolitan

Sentil yang Sebut Harga Beras Mahal, Presiden Prabowo: Suruh Ikut Tanam Padi Sendiri

Tak berikan solusi, Presiden Prabowo Subianto memberikan pernyataan menohok bagi pihak-pihak yang menilai harga beras saat ini terlalu mahal.

Bisnis

Berkat Pelatihan dan KUR BRI, Usaha C'milzea Rosyidah Terus Berkembang

BRI mendukung Rosyidah mengembangkan usaha olahan hasil laut melalui Pelatihan Purna Pekerja Migran dan KUR BRI.

Bekasi

Geram! MenPPPA Arifah Fauzi Pastikan Kawal Kasus Bocah 4 Tahun di Bekasi yang Tewas Dianiaya Ibu Tiri

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menegaskan akan mengawal ketat proses hukum terhadap kasus bocah di Bekasi yang dianaya ibu tiri.

Metropolitan

Catat! Pemprov DKI Hentikan Sistem 'Open Dumping' di Bantargebang Mulai 1 Agustus

Pemprov DKI Jakarta secara resmi akan mulai meninggalkan praktik open dumping atau pembuangan sampah terbuka mulai 1 Agustus 2026.

Jakarta Selatan

Viral di Medsos dan Terekam CCTV, Pelaku Pembuangan Sampah Sembarangan di Jaksel Didenda Rp500 Ribu!

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta memberikan sanksi tegas kepada pelaku pembuangan sampah liar di wilayah Jakarta Selatan.

Metropolitan

Secara Bertahap, TPST Bantargebang Mulai Terapkan Sistem Controlled Landfill per 1 Agustus 2026, Apa Itu?

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang akan mulai menerapkan sistem controlled landfill secara bertahap.

Metropolitan

Waspada Hujan Ringan di Jakut dan Jaksel, Simak Prakiraan Cuaca Jakarta Minggu 19 Juli 2026

BMKG bagikan informasi seputar cuaca untuk wilayah DKI Jakarta pada hari ini, Minggu, 19 Juli 2026.

Viral

Fritz Hutapea Bongkar Borok Aspri Pertama Hotman Paris yang Kini Dituding Jadi Makelar Kasus

Anak kandung Hotman Paris Hutapea, Fritz Hutapea, tak segan untuk membongkar borok Benny Djannah atau Nurbaeny Janah.

Nasional

Mengenal Patris Yusrian Jaya, Calon Kepala Badan Pemulihan Aset yang Baru di Kejagung

Jaksa Agung usulkan Kajati DKI Patris Yusrian Jaya jadi Kepala Badan Pemulihan Aset menggantikan Kuntadi pada Juli 2026. Patris memiliki kekayaan Rp8,3 miliar berdasar LHKPN 2024.

Gaya Hidup

Lewat BRI Wellness Experience, BRI dan Plataran Indonesia Perkuat Ekosistem Wellness

BRI Gandeng Plataran Indonesia hadirkan BRI Wellness Experience, dukung gaya hidup sehat dan perkuat ekosistem wellness.

Nasional

Rekam Jejak Kuntadi, Pembongkar Kasus Harvey Moeis yang Kini Calon Kuat Jampidsus Pengganti Febri Adriansyah

Jaksa Agung usulkan Kuntadi sebagai Jampidsus baru menggantikan Febri Adriansyah. Peraih Adhyaksa Award 2024 pembongkar kasus korupsi timah ini telah disetujui Presiden Prabowo pada Juli 2026.

Bisnis

Pertamina Patra Niaga Ambil Tindakan Tegas Atas Petugas Tenant Nitrogen Merokok di SPBU

Pertamina Patra Niaga tindak tegas petugas tenant nitrogen yang merokok di area SPBU demi menjaga standar keselamatan operasional.

Bisnis

Dukung Usaha Ekonomi Sirkular, Menteri PPPA dan Kepala BPS Apresiasi PNM

Menteri PPPA dan Kepala BPS apresiasi pemberdayaan PNM untuk usaha ekonomi sirkular yang terbukti dongkrak kemandirian ekonomi.

Gadget

Spesifikasi Red Magic 11S Pro, HP Gaming Snapdragon 8 Elite dengan Baterai Raksasa 7.500 mAh

Red Magic 11S Pro Rp22 juta ditenagai Snapdragon 8 Elite (AnTuTu 4,2 juta). HP gaming tanpa tompel ini bawa bodi transparan, sistem pendingin Aquacore kipas 24k RPM, serta baterai raksasa 7.500 mAh.

Teknologi

Bisa Disulap Jadi PC Desktop, Lenovo Legion Tab Gen 5 Andalkan Fitur Bypass Charging untuk Gamers

Lenovo Legion Tab Gen 5 jadi tablet gaming resmi terkencang dengan Snapdragon 8 Elite (AnTuTu 4 juta). Layarnya IPS 3K 165Hz, bawa fitur Bypass Charging, baterai 9000 mAh, dan bisa jadi PC desktop.