AYOJAKARTA.COM - Dalam acara bertajuk 'Mimbar Keprihatinan Bangsa dan Seruan Kebangsaan Purnawirawan TNI-Polri', Connie Rahakundini Bakrie menjadi sorotan.
Selain menolak disebut-sebut sebagai kalangan partisan, kehadiran Dr. Connie Rahakundini Bakrie dalam acara tersebut merupakan wujud kepedulian terhadap bangsa.
Prof. Ikrar Nusa Bhakti, Dr. Connie Rahakundini Bakrie serta Prof. Henry Yosodiningrat mengaku jengah dengan dinamika politik yang berkembang menjelang Pilpres.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Ungkap Karakter Tersembunyi berdasarkan Gambar Pertama yang Terlihat
Pelanggaran demi pelanggaran terhadap konstitusi, membuat hati nurani kalangan akademisi terpanggil untuk kemudian bertindak dan memperbaiki situasi.
Namun ironisnya suara-suara kritik yang disampaikan para Guru Besar dan akademisi justru disikapi sebagai bentuk keberpihakan oleh pihak istana.
Fenomena semacam itulah yang kemudian membuat Connie memberikan pernyataan-pernyataan lebih vokal.
Menurut Connie, bukan saja Presiden Jokowi yang saat ini dalam keadaan kesambet, tetapi juga sejumlah Juru Bicara istana.
Rentannya batas kesadaran peran sebagai Kepala Negara, Kepala Pemerintahan sekaligus Kepala Rumah Tangga yang kini dialami Jokowi, membutuhkan kesadaran etika politik.
“Di Gedung Arsip Nasional saya nyatakan, kalau betul Gibran masuk, presiden harus cuti, supaya tidak ada suudzon,’ ungkap Connie.
Menyikapi tanggapan istana perihal keberpihakan para tokoh Guru Besar dan akademisi, Connie memberi tanggapan.
Sikap yang ditunjukkan para akademisi terhadap situasi politik jelang Pilpres, tidak pantas diasumsikan sebagai bentuk keberpihakan.
Tidak mengherankan apabila kemudian pernyataan pihak istana soal keberpihakan, ditanggapi serius oleh Harkristuti Harkrisnowo selaku Guru Besar.
“Jadi jelas bahwa yang sedang kesambet bukan saja Presiden, tetapi juga orang-orang di lingkaran presiden,” tegas Connie.
Sehingga sangat tidak pantas dan memalukan jika sikap kritik yang disampaikan kalangan akademik dinilai sebagai bentuk keberpihakan politik.
Baca Juga: Benarkah BLT Mitigasi Risiko Pangan Bakal Mulai Dicairkan 11-13 Februari 2024? Cek Faktanya di Sini
Selain menyoroti soal kritik para akademisi, Connie juga sempat menyinggung potensi pemakzulan terhadap kepala negara yang tidak bisa mematuhi etika bernegara.
“Saya sudah di warning untuk tidak mengganggu Gibran, kalau Jokowi sebagai Orang Solo punya Keris sejengkal, Gibran Dua Jengkal,” ungkap Connie.
Menyikapi dinamika politik saat ini, Connie menilai sosok Jokowi yang semula dikenal merakyat telah berubah menjadi Raja yang serakah.
Upaya tersebut terungkap ketika Connie berdialog singkat dengan Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika, Rosan Perkasa Roeslani.
Menjadi calon presiden yang akan menjadi Penerus program negara, Joko Widodo ditengarai telah membuat sejumlah rencana untuk Prabowo Subianto.
“Pertanyaan saya masa bodoh saja ini, apa Anda yakin Prabowo akan dibiarkan hidup oleh Jokowi dua tahun?” ungkap Connie. ***

Share this article
Menyikapi dinamika politik saat ini, Connie menilai sosok Jokowi yang semula dikenal merakyat telah berubah menjadi Raja yang serakah.