AYOJAKARTA.COM -- Aksi kritik terhadap pemerintah Joko Widodo (Jokowi) terus berlangsung saat ini, bahkan telah banyak para aktivis dan civitas akademik yang telah melakukan kritik.
Diketahui ada puluhan civitas akademik di kampus yang telah melakukan orasi terhadap sikap Joko Widodo dalam Pilpres 2024 ini.
Kini kembali berlanjut pada pada sekelompok perempuan yang telah melakukan aksi kritik terhadap Presiden RI Joko Widodo.
Baca Juga: Rocky Gerung Blak-Blakan Sebut Presiden Jokowi Sudah Susun Strategi Busuk: Penanda Pertama Sejak…
Diketahui ada 54 organisasi perempuan yang tergabung dalam koalisi perempuan penyelamat demokrasi dan HAM turut mendesak Presiden Joko Widodo.
Koalisi tersebut meminta Jokowi untuk berhenti cawe-cawe serta berhenti melakukan penyalahgunaan kekuasaan dalam Pilpres 2024 ini.
Koalisi Perempuan penyelamat demokrasi dan HAM tersebut melakukan orasi di Kawasan patung kuda, Jakarta Pusat.
Salah satu perwakilan koalisi, Mike Verawati menyebutkan bahwa pernyataan Jokowi terkait Presiden boleh memihak dan berkampanye sangat menyakiti hati para perempuan.
Terlebih lagi, paslon yang didukung Jokowi merupakan sosok yang masih belum mempertanggungjawabkan dugaan pelanggaran HAM di masa lalu.
Koalisi Perempuan tersebut juga turut menolak ketidaknetralan dalam penyalahgunaan kekuasaan dan keberpihakan presiden dalam mendukung salah satu paslon.
Bahkan di akhir aksi nya, Koalisi Perempuan melakukan aksi berjalan mundur yang merupakan arti dari demokrasi yang dinilai telah mengalami kemunduran.
“Kita melihat bahwa presiden dalam hal ini sebagai pimpinan negara yang seharusnya bersikap netral tapi terang-terangan melakukan keberpihakan kepada paslon tertentu,” kata Mike Verawati.
“Dan kita juga melihat Presiden yang seharusnya tunduk pada aturan yang berlaku juga menggunakan kewenangannya untuk mensukseskan atau memberi jalan kepada pemenangan paslon tertentu” lanjut Mike Verawati.
Bahkan Mike Verawati juga mengatakan kalau presiden tidak mengindahkan aksi dari para akademisi, para cendikiawan, dan kelompok lainnya yang telah lebih dulu melakukan kritik terhadap pemerintah.
“Kita juga melihat adanya suara-suara yang sudah mengingatkan presiden dari akademisi, dari para cendekiawan, dari kelompok-kelompok lainnya tidak diindahkan,” tegas Mike Verawati.
Sebelumnya para civitas akademik dari para kampus dan disusul mahasiswa telah melakukan orasi terhadap Presiden RI Joko Widodo.

Share this article
Aksi kritik terhadap pemerintah Joko Widodo (Jokowi) makin memanas. Selain aktivis dan civitas akademik, kini koalisi perempuan turut serta.