AYOJAKARTA.COM – Munculnya gerakan salam 4 jari jelang hari pencoblosan yang semakin dekat menjadi drama politik yang cukup menarik perhatian publik.
Gerakan salam 4 jari ini muncul dan menjadi viral setelah diunggah oleh Presidium Nasional Partai Hijau Indonesia bernama John Muhammad.
John Muhammad memberi keterangan jika gerakan salam 4 jari tersebut merupakan ekspresi untuk memilih paslon dengan nomor urut 01 atau 03, yang pasti selain 02.
Selain itu, gerakan salam 4 jari tersebut juga menggema sebagai bentuk gabungan antara paslon 01 dan paslon 03.
Bahkan di berbagai media sosial kemudian menggema gerakan salam 4 jari tersebut dengan tagar #BukanPrabowoGibran.
Lantas, apakah munculnya gerakan salam 4 jari yang merupakan gabungan 01 dan 03 ini kemudian bisa menggerus suara paslon 02?
Melalui tayangan YouTube METRO TV pada (1/2/24), Dedek Prayudi selaku juru bicara TKN Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka memberikan jawabannya.
Dalam tanggapannya, Dedek Prayudi menyebut jika hal itu merupakan buah-buah demokrasi di tengah Pilpres 2024 ini.
“Ya kalau kami sih melihatnya ini adalah buah-buah demokrasi ya,” ujar Dedek Prayudi.
“Artinya setiap orang sah-sah saja melakukan seperti ini gitu,” lanjutnya.
Baca Juga: Kabar Gembira! 6 Bansos ini Dipastikan Cair Februari 2024, Apa Saja?
Namun Dedek Prayudi menegaskan bahwa semua pihak harus melihat fakta yang ada di lapangan.
Dimana fakta di lapangan menunjukkan bahwa tingkat kepuasan terhadap kepemimpinan Presiden Jokowi sangat tinggi.
“Akan tetapi kan kita harus melihat fakta di lapangan bahwa balik lagi tingkat kepuasan Pak Jokowi itu begitu tinggi,” jelas Dedek Prayudi.
Lebih lanjut jubir TKN paslon 02 tersebut mengatakan, “Tertinggi sepanjang sejarah, bahkan Pak SBY di tahun terakhir di periode terakhir itu kepuasannya cuman sekian belas persen.
Dedek Prayudi kemudian menjelaskan lebih detail perbandingan kepuasan terhadap kepemimpinan di era Jokowi dan SBY.
“Jadi saya bandingkan dengan eranya Pak SBY di periode terakhir di tahun terakhir itu tingkat kepuasan Pak SBY itu hanya sekian belas persen lah padahal saat itu udah ada bansos lho,” beber Dedek Prayudi.
Dari survei kepuasan tersebut, Dedek Prayudi menegaskan sangat keliru jika hal itu dikarenakan faktor bansos, pasalnya di era SBY juga sudah ada bansos.
“Jadi menyederhanakan ini seolah-olah hanya bansos juga saya pikir terlalu keliru,” tegas Dedek Prayudi.
“Dan yang harus dilihat adalah persoalan Jokowi boleh memihak, hak tersebut telah diberikan oleh undang-undang, jadi jangan mengebiri hak Pak Jokowi hanya karena itu tidak menguntungkan elektabilitas,” lanjutnya.***

Share this article
Lantas, apakah munculnya gerakan salam 4 jari yang merupakan gabungan 01 dan 03 ini kemudian bisa menggerus suara paslon 02?