AYOJAKARTA.COM -- Pakar politik, Rocky Gerung mengkritik Luhut Binsar Pandjaitan setelah membela Gibran Rakabuming Raka.
Rocky Gerung merasa bahwa cara Luhut Binsar Pandjaitan membela Gibran berlebihan.
Selain itu, Rocky Gerung juga menyoroti Luhut yang mengorek peran Tom Lembong di Istana Negara.
"Luhut membela Gibran dengan cara yang berlebihan. Dia mengorek lebih jauh peran Tom Lembong di istana. Padahal, itu adalah hal yang biasa saja," kata Rocky Gerung dikutip ayojakarta.com dari YouTube Rocky Gerung Official, Sabtu (27/1/2024).
Tak hanya berlebihan, Rocky Gerung juga menilai bahwa pembelaan yang diberikan Luhut kepada Gibran tak tepat sasaran.
Menurutnya, Luhut lebih baik fokus kepada blunder yang dilakukan Gibran yakni ketidaktahuannya mengenai ekoterorisme.
Rocky Gerung kemudian menjelaskan apa itu ekoterorisme.
Menurutnya, Gibran seharusnya menyebutkan apa yang ia pahami bukan hanya mengklaim bahwa ia paham.
"Gibran tidak paham apa itu ekoterorisme. Itu adalah istilah yang digunakan untuk menyebut tindakan merusak lingkungan dengan cara-cara kekerasan. Gibran seharusnya menjelaskan apa yang dia ketahui tentang ekoterorisme, bukan hanya mengklaim bahwa dia paham," ujar Rocky.
Baca Juga: Soal Jokowi Sebut Presiden Boleh Kampanye, Connie Bakrie: Kenapa Harus Ngomong di Depan TNI?
Rocky Gerung menyangkan blunder yang dilakukan Gibran, pasalnya kampanye yang dilakukan pasangan Prabowo-Gibran banyak membicarakan soal lingkungan.
Blunder yang dilakukan Gibran, menurut Rocky akan menjadi kerugian tersendiri bagi pasangan Prabowo-Gibran.
Rocky mengungkapkan bahwa jika Prabowo-Gibran ingin menang.
Maka, mereka harus meyakinkan publik bahwa mereka memahami isu-isu yang menjadi perhatian masyarakat.
"Gibran tidak paham isu lingkungan. Ini adalah kerugian bagi pasangan Prabowo-Gibran. Jika mereka ingin menang secara legitimasi, mereka harus meyakinkan publik bahwa mereka memahami isu-isu penting yang menjadi perhatian masyarakat," kata Rocky Gerung.***

Share this article
Rocky Gerung menilai pembelaan Luhut Binsar Pandjaitan pada Gibran Rakabuming Raka terlalu berlebihan.