AYOJAKARTA.COM - Pernyataan Calon Wakil Presiden nomor urut dua, Gibran Rakabuming, yang beberapa kali menyebut nama Tom Lembong dalam debat cawapres, memicu respons unik dari tokoh yang bersangkutan.
Kapten Timnas Amin Thomas Lembong, yang namanya disebut tiga kali, mengungkapkan perasaannya usai namanya disebut berkali-kali.
"Saya masih agak bingung, sejujurnya. Waktu itu, saya sedang di Transmedia Tower, di lounge CNBC, CNN, lagi siap-siap mau live di TV CNBC Indonesia," kata Thomas Lembong, dikutip dari Metro TV, Selasa 23 Januari 2024.
Baca Juga: Sempat Bangkrut, Ustaz Solmed Kini Punya Rumah Megah Bak Istana, Ada Banyak Fasilitas Mewah
"Ketika Mas Gibran menyebut nama saya untuk pertama kalinya, saya langsung beku, kayak Frozen, dan berpikir, 'Did he really just say that? Apakah dia benar-benar baru saja mengatakan itu?' Saya pikir saya salah dengar ya kan," lanjutnya.
Thomas Lembong menceritakan momen ketika dirinya merasa seperti dalam mimpi.
"Kedua, saya mulai tepuk-tepuk diri saya. Saya pikir saya ketiduran di mobil dan ini mimpi ya kan, tapi ternyata ini nyata gitu."
Namun, perasaan bingung semakin mendalam ketika Gibran kembali menyebut namanya.
"Waktu beliau singgung nama saya untuk kedua kalinya, yang terjadi di otak saya adalah banjir memori-memori indah ya. Saya dengan Pak Jokowi di Washington, saya dengan Pak Jokowi di Hamburg, ya, saya dengan Pak Jokowi di Tokyo, Beijing, Singapura, dan sebagainya. Jadi banyak memicu memori-memori indah, kerja sama erat saya dengan Pak Presiden di masa lalu," kenangnya.
Tentang pernyataan ketiga dan keempat Gibran yang menyebut namanya, Thomas Lembong hanya tersenyum.
Baca Juga: Diduga Rekayasa CCTV Kasus Jessica Wongso, Rismon Sianipar Minta Kapolri Pecat Muhammad Nuh Al Ahzar
"Feeling yang muncul adalah, ya begitulah, kalau sama mantan. Saya kira bagi yang pernah keluar dari status jomblo, mungkin bisa empati dengan perasaan tersebut."
Pernah Jadi Menteri Jokowi
Thomas Lembong pernah menjadi Menteri Perdagangan di periode kedua Jokowi, namun usianya sangat singkanewst.
Ketika menjabat sebagai Mendag, Thomas Lembong mencetuskan kebijakan kontroversial yang menarik perhatian publik.
Pada 12 Agustus 2015, Lembong resmi mengambil alih kepemimpinan Kementerian Perdagangan, menggantikan Rachmat Gobel.
Namun, masa jabatannya tidak berlangsung lama, karena Presiden Jokowi melakukan reshuffle pada 26 Juli 2016, menggantikan Lembong dengan Enggartiasto Lukita.
Salah satu keputusan kontroversial yang diambil oleh Lembong adalah penambahan kuota impor sapi sekitar 300 ribu ekor.
Keputusan ini diambil sebagai langkah untuk menekan kenaikan harga daging yang pada saat itu mencapai Rp140 ribu per kilogram.
Meskipun diambil dengan alasan yang beralasan, kebijakan ini mendapat kritik karena dianggap tidak sejalan dengan pandangan Bulog dan Kementerian Pertanian, yang menyatakan bahwa ketersediaan sapi masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri.
Masa jabatan Thomas Lembong sebagai Menteri Perdagangan yang singkat ini akhirnya berakhir dan digantikan oleh Enggartiasto Lukita.
Lembong hanya menjabat sebagai Menteri Perdagangan selama kurang dari setahun, setelah mengalami reshuffle oleh Presiden Jokowi pada 26 Juli 2016.

Share this article
Kapten Timnas Amin Thomas Lembong, yang namanya disebut tiga kali, mengungkapkan perasaannya usai namanya disebut berkali-kali.