AYOJAKARTA.COM – Siapa Connie Rahakundini Bakrie atau Connie Bakrie?
Namanya tengah banyak dibicarakan publik karena kerap mengkritik pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Connie Bakrie merupakan seorang akademisi, penulis serta pengamat di bidang militer dan pertahanan keamanan.
Sebelumnya, pakar militer ini sempat mendapatkan sorotan karena menjadi salah satu tokoh yang memberikan sambutan dalam Peringatan 1 Suro atau 1 Muharram 1445 H di Al Zaytun.
Pondok Pesantren Al Zaytun sempat mendapatkan sorotan di tahun 2023 karena diduga menyimpang setelah video perempuan jadi khatib salat Jumat beredar di media sosial.
Dalam tayangan YouTube Al Zaytun Official pada 19 Juli 2023, Connie Bakrie menjelaskan kedatangannya sebagai guru sekaligus pendidik.
Ia menyampaikan galangan kapal yang dimiliki Ponpes Al Zaytun dan memaparkan berbagai keberagaman yang diajarkan dalam pondok pesantren tersebut.
“Apa yang saya ketemukan di dalam kunjungan saya bersama Syekh Panji Gumilang kemarin di galangan kapal Al Zaytun menurut saya adalah membuktikan masih bersembunyi semua semangat leluhur kita dalam aliran yang sewaktu-waktu muncul sebagai gerakan-gerakan sosial yang berskala kecil tapi dapat massif kalau kemudian diikuti oleh yang lainnya,” ujar Connie Bakrie.
Lantas siapa itu Siapa Connie Rahakundini Bakrie atau Connie Bakrie?
Profil Connie Rahakundini Bakrie
Dikutip Ayojakarta.com dari laman Stekom pada Rabu 17 Januari 2024, Connie Bakrie lahir di Bandung Jawa Barat pada 3 November 1964.
Ia menikah dengan Djaja Suparman dan dikaruniai tiga orang anak yaitu Audindra, Samantha Deandra Azzaria dan Aurelle Alessandra Merkava.
Orang tua Connie Bakrie juga bukan orang sembarangan, ayahnya Bakrie Arbie merupakan salah satu ahli nuklir yang dimiliki Indonesia.
Sementara ibunya Nyi Raden Sekarningsih Ardiwinata dikenal sebagai ahli tarot, penulis dan fotografer terpandang.
Pendidikan Connie Rahakundini Bakrie
Dari segi rekam jejak pendidikan, Connie Bakrie juga berhasil menyelesaikan pendidikan S3 di Universitas Indonesia.
Ia juga sempat belajar di APCSS Asia Pacific Centre for Security Studies, Hawaii-Fu Xi Kang war Academy, ROC-Chevening Executive Programme for Democracy and Security di Birmingham University, UK.
Bukan itu saja, ia juga berkesempatan menjadi Senior Research Fellow di The INSS Institute of National Security Studies di Tel Aviv Israel dalam rangka menyelesaikan penelitian disertasinya.
Baca Juga: Respons Puan Maharani Soal Isu Pemakzulan Presiden Jokowi oleh Petisi 100: Aspirasi Boleh Saja
Rekam jejak Connie Rahakundini Bakrie
Ternyata nama Connie Bakrie tidak hanya diperhitungkan di tanah air, ia bahkan masuk dalam daftar 22 pemimpin masa depan versi Massachusetts Institute of Technology (MIT), Boston, Amerika mewakili generasi ketiga crème de la crème intelektual pertahanan keamanan RI.
Ia juga kerap menyampaikan paparan pemikirannya di pentas pertemuan internasional seperti pada National Defense Security Meeting di Bratislava, Slovakia, ASEM-EU Regional Security Architecture Meetings, Centre for Security Policy (CCP), Switzerland.
Di Indonesia, pemikiran dan pandangannya masuk dalam proses perumusan kebijakan di DPR Komisi 1 dan DPRD, KEMENKOPOLHUKAM, KEMHAN, KEMLU, WANTANNAS, LEMHANAS, WANTIMPRES, BIN dan lain sebagainya.***

Share this article
Berikut ini profil, pendidikan dan rekam jejak Connie Bakrie, pakar militer yang rajin kritik Prabowo-Gibran.