AYOJAKARTA.COM - Komisi Pemilihan Umum menerapkan sejumlah aturan baru dalam debat capres dan cawapres yang akan datang.
Di antaranya capres atau cawapres yang mengucapkan singkatan dalam debat wajib menyebutkan akronim tersebut.
Aturan terbaru, setiap pendukung yang melakukan tindakan tidak pantas akan diusir.
Seperti diketahui debat cawapres memasuki putaran kedua yang dijadwalkan akan digelar pada Minggu, 21 Januari 2024, di Jakarta Convention Center (JCC).
Topik-topik yang akan dibahas adalah soal energi, sumber daya alam, pangan, pajak karbon, lingkungan hidup, dan masyarakat adat.
Setelah melalui berbagai masukan, KPU memutuskan untuk menambahkan dua teknis baru dalam debat cawapres mendatang.
Aturan baru di debat pilpres 2024
Pertama, KPU akan menempatkan dua Liaison Officer (LO) atau naradamping untuk setiap pasangan calon presiden dan calon wakil presiden selama berlangsungnya debat.
LO ini akan dibekali dengan Handy Talky (HT) dan terhubung langsung dengan tim debat. Tugas LO adalah mengawasi perilaku dari setiap pendukung pasangan calon dan penonton debat yang hadir langsung di JCC.
KPU dan tim pasangan calon juga sudah menyepakati mitigasi terkait perilaku pendukung dan penonton debat yang dinilai kurang pantas. Mereka akan digiring keluar arena debat,
Kedua adalah KPU membatasi jumlah pengawal pribadi ketiga pasangan calon di area Debat Pemilihan Presiden 2024.
Menurut KPU, sejauh ini banyak pengawal pribadi yang masuk ke area debat meskipun sudah dilarang, bahkan melebihi kapasitas rombongan yang diizinkan masuk.
Meskipun pengawal pribadi tetap diperbolehkan masuk, sebagian dari mereka harus berjaga di luar.
Baca Juga: Respons Puan Maharani Soal Isu Pemakzulan Presiden Jokowi oleh Petisi 100: Aspirasi Boleh Saja
KPU meyakinkan bahwa pengawalan selama berlangsungnya debat sudah diatur melalui skema-skema keamanan tertentu.
Sementara itu, untuk format debat kedua cawapres, KPU menegaskan bahwa akan tetap sama dengan debat-debat sebelumnya.
Pihaknya berharap aturan baru ini dapat menciptakan suasana debat yang lebih kondusif dan bermanfaat bagi pemilih dalam memahami pandangan dan gagasan dari masing-masing pasangan calon.
Persiapan Ketiga Cawapres
Dalam menghadapi debat cawapres tersebut, ketiga cawapres yaitu Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Gibran Rakabuming, dan Mahfud MD sudah menyiapkan strateginya masing-masing.
Kapten Timnas Amin Syaugi Alaydrus memastikan bahwa Cak Imin siap menjalani debat kedua cawapres.
Timnas Amin juga menyebut capres nomor urut 1 Anies Baswedan juga turun tangan membimbing Cak Imin untuk debat cawapres.
Selain terus mempersiapkan, Timnas Amin berharap tak ada lagi penggunaan istilah asing pada debat keempat mendatang.
"Soal persiapan debat cawapres tanggal 21, pak Muhaimin sudah menyiapkan diri dengan baik, apa topik-topiknya nanti disiapkan dengan baik. Mudah-mudahan tidak terjadi seperti yang lalu ada singkatan-singkatan ya. Mudah-mudahan ini clear semua karena sudah diberi contoh sama Pak Anies debat ketiga kemarin," jelas Syaugi.
Baca Juga: Resmi! Bawaslu Pamekasan Hentikan Kasus Viral Gus Miftah yang Diduga Lakukan Politik Uang
Sementara TKN Prabowo Gibran memastikan akan mengikuti apapun format debat cawapres yang digelar oleh KPU tersebut.
Wakil ketua TKN Prabowo Gibran, Habiburokhman, optimistis Gibran bisa menguasai debat keduanya ini.
"Kami tidak mengusulkan perubahan format debat yang akan dilaksanakan ke depan karena selama ini yang rewel juga bukan kami. Kami akan ikut saja apa yang sudah diputuskan oleh KPU," katanya.
Sementara itu cawapres nomor urut 3 Mahfud MD mengaku tak memiliki strategi khusus. Dia mengatakan hanya melakukan diskusi biasa dengan beberapa pihak dan menjawab sesuai pertanyaan bersama.
"Nggak usah pakai strategi, biasa tidak usah pakai persiapan juga. Siap ditanya apa saja," katanya.

Share this article
Komisi Pemilihan Umum menerapkan sejumlah aturan baru dalam debat capres dan cawapres yang akan datang.