AYOJAKARTA.COM - Rentetan gempa bumi yang melanda wilayah Sumedang Jawa Barat sejak 31 Desember 2023 cukup membuat panik warga.
Terbaru gempa bumi terjadi pada Senin 1 Januari 2023 pukul 20.46 WIB dengan kekuatan 4.4 Magnitudo pada kedalaman 10 kilometer di wilayah daratan.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kemudian merilis analisa bahwa gempa bumi yang terjadi di wilayah Sumedang Jawa Barat akibat dari aktivitas Sesar Cileunyi-Tanjungsari.
Wilayah Sumedang diketahui merupakan lokasi rawan gempa bumi namun gempa yang terjadi kemarin diperkirakan tidak menimbulkan kerusakan collateral Hazard atau bahaya ikutan yakni berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuifaksi.
Dikatakan Muhammad Wafid selaku Plt. Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM bahwa wilayah Sumedang memiliki bentuk dataran yang bergelombang, lembah, perbukitan hingga perbukitan terjal.
Berdasarkan data Badan Geologi (BG) daerah Sumedang secara umum tersusun oleh tanah sedang (kelas D) dan tanah keras (kelas C).
Baca Juga: Sumedang Kembali Diguncang Gempa Bumi ke 6 Kalinya, Rumah Warga Mengalami Kerusakan!
Wilayah ini secara umum tersusun dari endapan kuarter berupa batuan rombakan gunung api dan endapan danau.
"Sebagian batuan tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan kuarter secara umum bersifat lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi," terang Wafid dikutip ayojakarta.com dari rilis resmi Kementerian ESDM, Selasa (2/1/2024).
Terkait penyebab gempa bumi Sumedang, Wafid menjelaskan bahwa berdasarkan posisi lokasi pusat gempa bumi dan kedalaman dari data BMKG, maka kejadian gempa bumi ini diperkirakan akibat aktivitas sesar aktif yaitu Sesar Cileunyi-Tanjungsari.
Menurut data Badan Geologi, Sesar Cileunyi-Tanjungsari merupakan sesar mendatar mengiri.
Baca Juga: Sumedang Kembali Diguncang Gempa Bumi ke 6 Kalinya, Rumah Warga Mengalami Kerusakan!
Sebarannya mulai dari selatan Desa Tanjungsari menerus ke timur laut hingga lembah Sungai Cipeles dan nilai laju geser berkisar antara 0,19 - 0,48 mm/tahun.
Akibat gempa ini, beberapa rumah di beberala desa dan kecamatan dikabarkan mengalami kerusakan.
Meski demikian, gempa dirasakan yang menyebabkan kerusakan ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami karena berada di daratan.
Baca Juga: BREAKING NEWS! Sumedang Kembali Diguncang Gempa dengan Kekuatan M 4,5! Ini ke 6 Kalinya
Wafid juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, mengikuti arahan BPBD setempat dan waspada terhadap gempa susulan yang mungkin masih akan terjadi.
"Bagi penduduk yang rumahnya mengalami kerusakan agar mengungsi ke tempat aman sesuai dengan arahan petugas BPBD setempat. Karena wilayah Kabupaten Sumedang tergolong rawan gempa bumi harus ditingkatkan upaya mitigasi gempa bumi," ucap Wafid.
Hingga kini gempa bumi Sumedang tercatat sudah enam kali terjadi dan semuanya dirasakan hingga daerah di sekitarnya seperti Bandung.
Namun belum ada laporan korban jiwa pada gempa yang dirasakan tersebut melainkan hanya kerusakan sejumlah bangunan.***

Share this article
Aktivitas Sesar Cileunyi-Tanjungsari disebut KemenESDM sebagai penyebab terjadinya gempa di Sumedang.