AYOJAKARTA.COM – Perhelatan debat cawapres sesi pertama yang ditunggu publik telah berlangsung semalam dengan berbagai antusiasme masyarakat.
Berbeda format dengan sesi debat capres, dalam acara debat cawapres seluruh peserta tampil di belakang podium untuk memaparkan visi dan sanggahan.
Sempat menjadi trending dan isu viral di sejumlah platform media sosial, warganet juga menanggapi sejumlah momen dalam acara debat cawapres.
Salah satu momen yang mendapat sorotan dalam acara debat cawapres semalam adalah pertanyaan Gibran Rakabuming kepada Cak Imin terkait ekonomi berbasis keislaman.
“Bagaimana langkah Gus Muhaimin untuk menaikan peringkat Indonesia di SGIE?, terimakasih,”
Terlihat kurang familier dengan penggunaan singkatan istilah tersebut, Cak Imin menyikapi pertanyaan Gibran dengan pertanyaan.
Setelah mendapat kesempatan dari Panelis, Gibran kemudian menjelaskan maksud SGIE yang berarti State of Global Islamic Economy.
“Ya mohon maaf, kalau pertanyaannya agak sulit ya, Gus, terimakasih,” ujar Gibran yang disambut antusias sejumlah penonton debat.
Baca Juga: Bahas Ekonomi Syariah, Tokoh Pesantren Apresiasi Gibran
Terkait dengan penampilan Gibran dalam acara debat perdana cawapres, pengamat politik Effendi Ghazali memberi tanggapan.
Menurut Effendi, penilaian publik terhadap cawapres nomor urut dua yang selama ini cenderung di bawah standar, menjadi keuntungan tersendiri bagi Gibran.
“Ada teori Management of Expectation, dia tampil sedikit bagus saja sudah bagus, apalagi bisa tampil seperti kemarin, jadi terlihat lebih gemilang,” jelas Gibran.
Efendi menambahkan, adanya anggapan semacam itu juga yang kemudian membuat kedua cawapres lainnya tampil secara tidak optimal.
Sehubungan dengan adanya penggunaan istilah asing yang bersifat teknis saat Gibran memberikan pertanyaan kepada cawapres lain, Efendi memberi tanggapan.
Efendi berpendapat, adanya penggunaan istilah asing yang bersifat khusus bukanlah suatu permasalahan dalam sebuah perdebatan.
Namun dalam praktik debat-debat yang bersifat modern, cara-cara semacam itu sudah tidak banyak dipergunakan.
Penggunaan istilah asing yang bersifat khusus dan jauh dari kehidupan banyak orang, menurut Effendi kurang proporsional untuk digunakan sebagai pertanyaan.
“Ada istilah yang lebih dekat sama kita dan jauh sama kita, masa ingin menanyakan Anda tahu nggak istilah ini,” imbuh Efendi.
Karena itu, meski bersepakat jika penampilan Gibran dalam debat cawapres terlihat gemilang dan dianggap sebagai pemenang, Efendi menilai ada hal yang kurang.
“Tapi mungkin karena sudah lama ditinggalkan, orang ini nggak mempersiapkan diri untuk itu,” pungkas Efendy Ghazali seperti dikutip Ayojakarta pada Sabtu 23 Desember 2023 dari kanal youtube tvOneNews.
Share this article
Terkait dengan penampilan Gibran Rakabuming dalam acara debat perdana cawapres, pengamat politik Effendi Ghazali memberi tanggapan.