AYOJAKARTA.COM - Belum lama ini Mutiara Baswedan, putri Anies Baswedan, datang ke METRO TV untuk menghadiri acara Q&A.
Di sana, wanita yang dipanggil Tia ini menjawab beberapa pertanyaan dengan aturan khusus dan ada panelisnya.
Dikutip AyoJakarta.com dari YouTube METRO TV, Mutiara Baswedan mengatakan kalau ia suka ikut Abahnya (Anies) kampanye keliling Indonesia.
Putri Anies Baswedan tersebut juga memberikan kesan bahwa hadir di acara Q&A tersebut sama seperti sidang skripsi karena posisinya sama. Ada presentasi, ditanya, dan ada penilai/penguji yang di ruang Q&A tersebut disebut panelis.
Host acara Q&A bertanya mengenai bagaimana tanggapan Mutiara Baswedan soal debat perdana capres-cawapres kemarin (belum lama atau pekan lalu baru terjadi).
Menurutnya, debat perdana capres-cawapres yang dilihatnya di rumah bersama adik dan neneknya itu seru sekali seperti melihat pertandingan sepak bola.
“Seru banget kemarin. Aku nonton dari rumah bareng sama adik, sama nenek, itu rasanya kayak nonton bola,” jawab Mutiara Baswedan yang dikutip AyoJakarta.com dari YouTube METRO TV.
Baca Juga: Mutiara Baswedan Putri Anies Bocorkan Fakta Saat Debat Perdana Capres-Cawapres 2024
Kemudian host tersebut bertanya kembali bagian mana yang paling seru dan menjadi perhatian Mutiara dari debat capres-cawapres perdana tersebut.
“Sebenarnya asyik kan ya bisa melihat pendapat dari 3 capres tentang topik yang bersamaan di saat yang bersamaan dan ada tektokannya yang agak asik juga,” jawabnya lagi.
Mutiara Baswedan melihat ayahnya sendiri ada dalam debat capres-cawapres tersebut dan tentunya dia merasa bangga.
Perempuan yang akrab disapa Tia ini juga mendapatkan pertanyaan dari komika bernama Duto tentang UU ITE.
Menurut putri Anies Baswedan tersebut yang mempunyai latar belakang kuliah Hukum, dalam UU ITE terdapat banyak pasal karet dan membahayakan orang-orang untuk berpendapat.
“Menurut aku UU ITE ini dan dengan banyaknya pasal karet justru membahayakan gitu untuk orang-orang yang mau bebas berpendapat," jawab Mutiara dikutip AyoJakarta.com dari YouTube METRO TV.
Ia juga berpendapat kalau kritik malah dijadikan terkesan menyerang dan melanggar aturan. Seharusnya UU ITE untuk menjamin kebebasan berpendapat.
“Kadang kritik justru dijadikan terkesan menyerang dan melanggar aturannya gitu. Menurut aku itu harusnya menjamin kebebasan berpendapat. Menjamin kebebasan berpendapat itu kita bisa menyampaikan kritik, menyampaikan saran, itu dengan tenang,” lanjutnya.
Baca Juga: Akui Tak Pakai Privilege, Mutiara Anak Anies Baswedan: Dapat karena Usaha Sendiri Itu Lebih Puas
Mutiara Baswedan kemudian mengungkapkan kalau mengkriminalisasi seseorang (menangkap) karena beda pendapat itu seharusnya tidak dilakukan.
“Untuk mengkriminalisasi seseorang karena punya pendapat yang berbeda itu harusnya menurut aku pribadi ya nggak bisa begitu,” tutupnya dalam tanggapan tersebut.

Share this article
Mutiara Baswedan melihat ayahnya sendiri ada dalam debat capres-cawapres tersebut dan tentunya dia merasa bangga.