AYOJAKARTA.COM -- Capres nomer urut 1, Anies Baswedan menyinggung praktik ordal atau orang dalam yang marak di Indonesia.
Anies Baswedan mengatakan bahwa praktek ordal ini bukan hanya terjadi di dunia politik saja.
Anies Baswedan mengungkapkan praktek ordal membuat orang-orang tak berprestasi saat ditemui wartawan di Islamic Center, Bekasi pada, Sabtu (16/12/2023).
Baca Juga: Ciri-ciri Pasangan Manipulatif, Apa Saja? Ketahui Sebelum Terlambat!
"Jadi fenomena ordal ini bukan satu, fenomena ordal ini ada dimana-mana. Jadi artinya apa sih yang terjadi? Ordal membuat orang tak berprestasi, mendapatkan posisi," kata Anies.
Anies Baswedan menyinggung praktek ordal bahkan dilakukan saat ingin menonton konser.
Selain itu, pertandingan sepakbola di kampung pun melakukan praktek ordal untuk menitipkan anaknya di kesebelasan.
"Membentuk sepak bola kesebelasan nanti ada titipan anak siapa, ponakan siapa, masuk. Untuk kamu berapa pun lah. Kamu sekian, kamu sekian, itu nanti ada titipan tuh kanan kiri," ucap Anies.
Anies Baswedan sangat menyayangkan praktek ordal ini. Menurutnya, praktek ordal sangat merugikan seseorang yang sungguh-sungguh berjuan dari bawah.
"Jadi karier misalnya ASN naik jadi kepala biro, kepala dinas, jadi direktur kita mau tahapnya meritokrasi. Meritokrasi artinya apa? Yang berprestasi yang mendapat posisi, tapi ada fenomena ordal ini apa yang terjadi, yang punya koneksi yang mendapat posisi," ucap Anies.
Baca Juga: Info SNPMB 2024: Daftar 10 PTN yang Baru Buka Fakultas Kedokteran, Peluang Lolos Terbuka Lebar?
"Di TNI, di Polisi fenomena meritokrasi ini bergeser sehingga yang punya koneksi dapet posisi, yang punya koneksi yang dapat promosi," lanjutnya.
Anies Baswedan berjanji akan menghentikan praktek. Ia berencana menghapus praktek ordal dari puncak pemerintahan terlebih dahulu.
"Dari puncak, kalo dari puncak berhenti mempraktekan maka kebawah mereka akan bilang negeri ini diatur maka prestasi pakai meritokrasi," ujar Anies.
Sebelumnya, Anies Baswedan menyinggung praktek ordal yang semakin menjadi-jadi di Indonesia pada debat capres yang pertama.
Manurutnya, fenonema ordal ini sangat menyebalkan karena praktek ordal mengakar ke setiap aspek kehidupan.
"Fenomena Ordal ini menyebalkan, di seluruh Indonesia kita menghadapi fenomena ordal. Mau ikut kesebelasan ada oradalnya, mau jadi guru ordal, mau masuk sekolah ada ordal, mau dapat tiket konser ada ordal, ada ordal di mana-mana yang membuat meritokrasi enggak berjalan, yang membuat etika luntur," kata Anies, Selasa (12/12/2023).***

Share this article
Anies Baswedan berjanji akan menghentikan praktek. Ia berencana menghapus praktek ordal dari puncak pemerintahan terlebih dahulu.