AYOJAKARTA.COM - Meski tujuh tahun telah berlalu, kasus kopi sianida Jessica Wongso belakangan ini kembali hangat menjadi perbincangan publik.
Jessica Wongso bahkan mendapat banyak dukungan dari pihak secara gratis yang ingin membantunya mendapat keadilan dalam kasus kopi sianidia yang menewaskan Wayan Mirna Salihin.
Dalam acara doa bersama, advokat pembela Jessica Wongso, Hidayat Bostam menyebut Jessica adalah orang yang paling sedih.
“Saya kalau ingat Jessica ini orang yang paling sedih ya,” kata Hidayat Bostam seperti yang dikutip dari YouTube Pablo Benua.
Dia menyampaikan bahwa kasus kopi sianida pada 2016 silam merupakan malapetaka bagi Jessica.
“Kejadian tanggal 6 Januari 2016, itu terjadinya malapetaka, terjadinya minum kopi di Olivier, itu bebarengan bom di Sudirman,” ujarnya.
Di mana ketika kejadian wanita berusia 35 tahun itu sedang reunian bersama teman lamanya di Kafe Olivier namun ternyata ada kejadian yang tak diinginkan.
Wayan Mirna Salihin meninggal setelah minum kopi di kafe tersebut dan Jessica menjadi tersangka dalam kasus kematian temannya.
Dalam kesempatan itu, Hidayat Bostam juga flashback ketika melihat Jessica di tempatkan pada sel tikus alias selti.
Dia kala itu merasa kaget melihat Jessica tidur di tempat yang kecil dan pengap, hampir tidak ada udara bagus yang masuk dalam ruangan tersebut.
“Saya kaget melihat Jessica, dia tidur di tempat yang kecil yang namanya selti, yang pengap udaranya tidak ada dan tidak ada heksos, tidur di ubin yang tinggi di kasih tikar,” ujarnya.
Lanjutnya, dia berharap agar Jessica dapat kuat berada di ruangan yang jauh dari kata lumayan itu.
“saya berpikir, saya lihat Jessica semoga kuat karena saya lihat bahaya sekali ruangan ini,” ujarnya.***

Share this article
Dalam acara doa bersama, advokat pembela Jessica Wongso, Hidayat Bostam menyebut Jessica adalah orang yang paling sedih.