AYOJAKARTA.COM -- Adanya kepala daerah yang mendukung salh satu pasangan calon presiden dan calin wakil presiden pada pemilihan umum (Pemilu) 2024 ditanggapi Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan.
Menurut Capres dari Koalisi Persatuan ini perbuatan kepala daerah itu dapat menurunkan kepercayaan masyarakat.
Seharusnya, kata Anies aparat negara itu harus bersikap netral saat pesta demokrasi lima tahunan tersebut.
"Itu yang menurunkan kepercayaan rakyat pada negara. Ketika aparat negara tidak lagi bersikap netral yang kemudian jadi korban adalah lembaga negara," ucap Anies dikutip dari Republika.co.id pada Jumat 17 November 2023.
Anies menegaskan, lembaga negara tidak boleh serampangan dan tidak netral dalam pemilu.
Dengan adanya kepala daerah yang mendukung salah satu paslon di pilpres dapat mencoreng citra lembaga negara.
"Karena itu bagi pribadi-pribadi yang punya aspirasi pribadi jangan gunakan negara. Kalau Anda menggunakan negara untuk aspirasi pribadi, maka Anda telah merendahkan negara, Anda telah menurunkan derajat negara dan lebih parahnya lagi anda membuat rakyat tidak percaya pada negara karena kepentingan aspirasi pribadi, aspirasi kelompok menggunakan tangan negara," jelasnya.
Diketahui, dokumen pakta integritas untuk kemenangan capres PDIP Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024 yang diteken oleh Pj Bupati Sorong, Yan Piet Mosso beredar di media sosial.
Selain Yan, pakta integritas itu juga ditandatangani oleh Kepala Badan Intelijen Daerah Daerah (Kabinda) Papua Barat, Brigjen Tahan Sopian Parulian (TSP) Silaban. Dokumen itu diterbitkan pada Agustus 2023.

Share this article
Anies Baswedan menyikapi kepala daerah yang mendukung paslon pemilu 2024, menyatakan hal tersebut menurunkan kepercayaan masyarakat.