AYOJAKARTA.COM – Perusahaan multinasional asal Swiss yaitu Nestle dikabarkan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap ratusan pekerja di Indonesia.
Hal ini disampaikan Dwi Haryoto selaku Presiden Federasi Serikat Buruh Makanan dan Minuman (FSBMM).
Dwi Haryoto mengatakan bahwa 126 anggota Serikat Buruh Nestle Indonesia Kejayan (SBNIK) terkena dampak PHK ini.
"Manajemen melakukan efisiensi dalam waktu yang sangat singkat," ujar Dwi Haryoto dikutip ayojakarta.com dari Suara.com, Selasa (14/11/2023).
Baca Juga: Siapakah Alexa yang Prediksi Perang Dunia 3 Bakal Terjadi 23 November 2023? Ternyata Ini Sosoknya
Dalam proses PHK, Dwi Haryoto menyampaikan bahwa pihak Nestle melakukan dialog dengan karyawan tetapi tak sesuai dengan aturan waktu yang berlaku.
“Dialog tidak dilakukan jauh-jauh hari sebelum efisiensi dilakukan, dialog dilakukan tiga hari sebelum pelaksanaan atau pemanggilan kepada pekerja yang terdampak,” ujar Dwi Haryoto.
Terkait PHK ini, Manajemen PT Nestle Indonesia menyampaikan bahwa perusahaan sedang melakukan penyesuaian bisnis sehingga berdampak kepada peran karyawan termasuk pemangkasan jumlah pekerja.
“Saat ini, perusahaan sedang melakukan penyesuaian bisnisnya. Sebagai hasil dari perubahan ini dengan menyesal, beberapa peran karyawan akan terdampak,” tulis Manajemen Nestle, Senin (13/11/2023).
Baca Juga: Ini Alasan Coca Cola-Nestle Diboikot Parlemen Turki, Karena Bela Israel?
Pihak manajemen Nestle juga tidak menyanggah bahwa perusahaan melakukan PHK, namun mereka tidak menyebutkan total karyawan yang dirumahkan dan tidak menjelaskan apakah proses yang dilakukan sudah sesuai Undang-Undang atau tidak.
Lebih lanjut, Nestle menyampaikan akan meminimalisir dampak dari penyesuaian ini baik kepada karyawan, konsumen dan mitra kerja.
“Perusahaan akan melakukan yang terbaik untuk meminimalkan dampak dari perubahan ini untuk karyawan dan memastikan tidak ada gangguan dalam pelayanannya terhadap konsumen dan mitra bisnis,” tambahnya.***

Share this article
Nestle Indonesia melakukan PHK pada ratusan pekerjanya di tengah isu boikot produk Israel baru-baru ini.