AYOJAKARTA.COM – Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau STMKG adalah salah satu instansi perguruan tinggi kedinasan atau sekolah kedinasan di Indonesia.
Berada di bawah naungan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG, sekolah kedinasan STMKG menawarkan berbagai kelebihan bagi calon taruna.
Karena berada di bawah naungan instansi pemerintah, mahasiswa atau taruna lulusan STMKG berkesempatan untuk menjadi ASN di BMKG setelah menuntaskan pendidikan.
Selain dibebaskan dari berbagai pungutan biaya selama masa pendidikan, mahasiswa juga berkesempatan memperoleh uang saku setiap bulan.
Berdasarkan keterangan yang sempat disampaikan Nyoman Sukanta selaku Ketua STMKG, besaran biaya uang saku bagi masing-masing taruna adalah sebesar Rp600,000 per bulan.
Adapun durasi waktu yang dibutuhkan oleh setiap mahasiswa STMKG untuk menyelesaikan Program Diploma Empat adalah sekitar empat tahun.
Beberapa jenis program studi atau jurusan kuliah yang terdapat di STMKG antara lain Meteorologi, Klimatologi, Geofisika serta Instrumentasi.
Berbeda dengan beberapa perguruan tinggi yang menerapkan penjurusan di tengah masa pendidikan, pemilihan jurusan di STMKG dilakukan sejak awal mendaftar.
Untuk dapat diterima sebagai mahasiswa di STMKG, calon mahasiswa perlu melakukan pendaftaran secara daring melalui laman resmi SSCASN.
Di samping memilih jurusan kuliah sesuai keinginan, calon taruna STMKG juga memiliki kesempatan untuk menentukan lokasi tes dan ujian Penerimaan Taruna Baru atau PTB.
Selain terbuka untuk jenjang lulusan SMA atau sederajat, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki tinggi badan sesuai ketentuan, calon taruna STMKG juga tidak boleh buta warna.
Setelah empat tahun mengenyam pendidikan, taruna lulusan STMKG akan berkesempatan menjadi ASN di BMKG.
Di samping menjadi ASN di BMKG, taruna sekolah kedinasan STMKG juga memiliki prospek untuk bekerja pada beberapa jenis profesi.
Adapun jenis profesi yang dapat dipilih oleh taruna lulusan STMKG adalah Mateorolog, Klimatolog, serta analis cuaca di perusahaan eksplorasi energi atau lembaga penelitian.
Jenis profesi selanjutnya yang dapat dipilih oleh para taruna STMKG selain menjadi ASN adalah geofisikawan atau ahli penginderaan jauh.
Perkembangan dunia yang serba digital, membuat kebutuhan akan informasi geospasial serta pemetaan dan penginderaan menjadi semakin dicari oleh berbagai industri.
Berbekal kualifikasi khusus yang dimiliki selama menempuh pendidikan, lulusan STMKG juga berkesempatan untuk bekerja sebagai spesialis pemetaan serta analis data geospal.
Selain ketujuh profesi tersebut, pekerjaan yang juga cocok untuk lulusan STMKG antara lain peramal cuaca di pangkalan militer atau maskapai, pengajar, limnologist.***
Share this article
Lulusan STMKG tak hanya berkesempatan menjadi ASN di BMKG, tetapi juga dapat berkarier di berbagai bidang, termasuk analisis cuaca.