AYOJAKARTA.COM -- PTK yang merupakan singkatan dari Perguruan Tinggi Kedinasan atau Sekolah Kedinasan merupakan alternatif pilihan pendidikan tinggi bagi siswa lulusan SMA.
Selain memiliki peluang karir luas setelah lulus, mahasiswa atau taruna Sekolah Kedinasan juga berkesempatan menikmati pendidikan gratis.
Bukan sekedar gratis, beberapa Sekolah Kedinasan bahkan memberi fasilitas ekstra seperti asrama selama pendidikan hingga uang saku serta pesiar bagi para mahasiswanya.
Berbeda dengan instansi perguruan tinggi umum yang berada di bawah naungan Dikti, Sekolah Kedinasan merupakan lembaga pendidikan intern milik instansi pemerintah.
Di samping mempelajari pengetahuan umum, mahasiswa sekolah kedinasan juga secara khusus mendalami berbagai bidang studi sesuai instansi yang menaungi.
Karena lebih bersifat khusus, para taruna lulusan sekolah kedinasan memiliki kesempatan besar untuk masuk dalam program pembibitan calon Aparatur Sipil Negara.
Meski terdengar sangat menjanjikan bagi masa depan, tidak setiap siswa calon taruna di sekolah kedinasan memperoleh kesempatan menjadi ASN.
Selain karena jumlah kuota di setiap sekolah kedinasan sudah ditentukan oleh negara, untuk bisa masuk dalam program pembibitan juga membutuhkan kedisiplinan ekstra.
Bukan hanya lulus standar atau kualifikasi fisik, untuk bisa masuk program pembibitan ASN para calon taruna sekolah kedinasan juga harus memenuhi aspek akademik melalui tes.
Baca Juga: Bingung Mau Pilih Lanjut ke Sekolah Kedinasan atau Perguruan Tinggi? Inilah Perbedaannya!
Salah satu jenis dari rangkaian tes yang umumnya diterapkan di setiap instansi sekolah kedinasan adalah Tes Kemampuan Dasar atau TKD.
Melalui TKD, setiap calon taruna diharuskan mampu menunjukkan hasil paling optimal untuk memenuhi persyaratan menjadi Aparatur Sipil Negara.
Sebagaimana seleksi ASN, para taruna sekolah kedinasan juga wajib memahami konsep dasar Tes Wawasan Kebangsaan, Tes Intelegensi Umum serta Tes Karakteristik Pribadi.
Kegagalan dalam memahami ketiga jenis tes tersebut, selain dapat memperkecil perolehan Passing Grade juga dapat berdampak ketidak-lulusan masuk ke sekolah kedinasan.
Adapun penyebab lain yang dapat menyebabkan seorang calon taruna gagal masuk ke sekolah kedinasan impian adalah tidak terbiasa dengan soal berbasis HOTS.
HOTS atau Higher Order Thinking Skills merupakan jenis ujian yang mewajibkan seorang peserta tes menggunakan kemampuan menalar secara lebih luas serta mendalam.
Baca Juga: Mau Jadi PNS Lewat Sekolah Kedinasan? Lakukan Hal Ini Sebelum Pendaftaran
Sedangkan penyebab paling dominan yang menyebabkan seorang taruna gagal diterima di sekolah kedinasan adalah minimnya kemampuan dalam Mengelola Waktu.
Karena merupakan salah satu penentu kelulusan masuk ke sekolah kedinasan, setiap calon taruna perlu menguasai setiap jenis seleksi yang diberlakukan.
Salah satu bentuk nyata mengantisipasi kegagalan saat mengikuti proses seleksi sekolah kedinasan adalah dengan mendalami instansi tujuan serta banyak berlatih soal.***

Share this article
Selain memiliki peluang karir luas setelah lulus, mahasiswa atau taruna Sekolah Kedinasan juga berkesempatan menikmati pendidikan gratis.