AYOJAKARTA.COM -- Gunung Merapi, salah satu gunung berapi teraktif di Indonesia, terus mempertahankan aktivitas vulkaniknya yang cukup tinggi dalam satu minggu terakhir.
Dalam laporan terbaru yang dikeluarkan oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), tercatat bahwa Gunung Merapi telah mengeluarkan lava sebanyak 165 kali pada rentang waktu 20-26 Oktober 2023.
Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, dikutip dari Republika pada Sabtu, 28 Oktober 2923, menyampaikan bahwa guguran lava ini cenderung bergerak ke arah selatan hingga barat laut.
Kejadian tersebut mencakup 25 kali guguran ke arah hulu Kali Boyong dengan jarak maksimal mencapai 1.500 meter, 138 kali ke arah hulu Kali Bebeng dengan jarak maksimal 2.000 meter, satu kali ke hulu Kali Sat dengan jarak 1.600 meter, dan satu kali ke hulu Kali Senowo dengan jarak mencapai 1.300 meter.
Suara guguran ini bahkan terdengar di Pos Pengamatan Merapi di Kaliurang, Yogyakarta, dengan intensitas suara yang bervariasi dari kecil hingga sedang.
Baca Juga: Viral Modus Rem Rusak Keluar Asap di Bengkel Kawasan Puncak, Hati-Hati Buat yang Mau Liburan!
Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Merapi patut diwaspadai.
Selain erupsi lava, kegempaan juga tetap menjadi perhatian utama. BPPTKG mencatat bahwa dalam satu minggu terakhir terjadi enam kali gempa vulkanik dangkal (VTB), 2.690 kali gempa fase banyak (MP), dua kali gempa frekuensi rendah (LF), 830 kali gempa guguran (RF), satu kali gempa embusan (DG), dan empat kali gempa tektonik (TT).
Khususnya, gempa fase banyak (MP) menjadi sorotan utama karena terjadi dengan intensitas tinggi selama satu minggu terakhir.
Ini mengindikasikan adanya peningkatan aktivitas magmatik yang berpotensi membawa risiko lebih lanjut.
Baca Juga: Sudah Banyak Korban Anak Muda, Anies-Cak Imin Janji Musnahkan Judi Online dan Pinjol
Pemantauan Deformasi dan Peningkatan Aktivitas Magmatik
Selain melalui data kegempaan, pihak BPPTKG juga terus memantau deformasi Gunung Merapi. Pengukuran dilakukan menggunakan metode electronic distance measurement (EDM) yang memperlihatkan adanya pemendekan jarak tunjam sebesar 0,2 sentimeter per hari.
Peningkatan aktivitas magmatik dan pemendekan jarak tunjam ini adalah tanda-tanda penting yang memerlukan kewaspadaan ekstra dari masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Merapi.
Pihak berwenang terus memantau situasi ini dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat. Keselamatan selalu menjadi prioritas utama, jadi penting untuk terus mengikuti perkembangan terbaru dan mengikuti panduan dari pihak berwenang.

Share this article
Gunung Merapi sampai saat ini terus mempertahankan aktivitas vulkaniknya yang cukup tinggi dalam satu minggu terakhir.