AYOJAKARTA.COM - Baru-baru ini tengah viral video Presiden Jokowi fasih berbahasa Mandarin dan menimbulkan banyak perhatian publik.
Sekilas memang tak ada yang aneh dari video Jokowi fasih berbahasa Mandarin saat sedang berpidato.
Namun ternyata, video Jokowi fasih berbahasa Mandarin saat berpidato merupakan hasil rekayasa teknologi Artificial Intelligence (AI) deepfake yang berarti video tersebut adalah hoax.
Hal tersebut dikonfirmasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang menyatakan video Presiden Jokowi fasih berbahasa Mandarin adalah hoax dan hanya konten disinformasi.
Dikutip AyoJakarta.com dari YouTube Kompastv pada Jumat (27/10/2023), Samuel Abrijani Pangerapan selaku Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasidan Informatika menelusuri bahwa video hoax tersebut dengan video asli menemukan kesamaan.
Video asli hasil suntingan AI itu merupakan video pidato Presiden Joko Widodo berbahasa Inggris yang diunggah YouTube The U.S. - Indonesia Society (USINDO).
“Kalau kita lihat dari video yang kemarin itu dan kita coba memahami bahasa saya pakai penerjemah isinya sama, cuma itukan mendisinformasikan karena kejadiannya kan seolah-olah diberitakannya kejadiannya di China,” kata Samuel Abrijani Pangerapan.
Samuel Abrijani Pangerapan juga menyampaikan bahwa Kominfo akan menindak tegas hoax yang menimbulkan kerusuhan.
Baca Juga: Jika Menang, Anies: Wajibkan Pekerja Asing Bertutur Bahasa Indonesia dan Tambah 250 Ribu Kosa Kata
Dirjen Aplikasi Informatika itu juga menyebut tengah mempelajari apa maksud dan tujuan atau narasi yang dibangun dari video tersebut.
Mengingat penggunaan AI saat ini dapat dengan mudah membuat konten disinformasi, Samuel Abrijani Pangerapan mengingatkan kepada masyarakat pentingnya untuk tabayun dan mencari informasi dari sumber yang dapat dipercaya.
Bahkan masyarakat juga diingatkan untuk tidak ikut menyebarluaskan konten bohong atau disinformasi dalam bentuk apapun melalui platform digital.
“Kita mengingatkan masyarakat bahwa banyak hal-hal kaya gini untuk itu sangat penting untuk tabayun tabayun cek and ricek, carilah informasi dari sumber-sumber yang dapat dipercaya,” kata Samuel Abrijani Pangerapan.
Terlebih lagi saat ini tengah mendekati musim pemilu, biasanya banyak pihak tak bertanggungjawab yang memanfaatkan momentum tersebut untuk menjatuhkan pihak tertentu dengan cara curang.***

Share this article
Kominfo akhirnya angkat suara terkait hoax video Jokowi berbahasa Mandarin yang ramai belakangan ini.