AYOJAKARTA.COM - Usai film dokumenter Ice Cold: Murder, Coffee, and Jessica Wongso rilis, kasus kematian Wayan Mirna Salihin akibat kopi sianida kembali diungkit.
Salah satu hal yang kembali diungkit oleh publik adalah mengenai keberadaan sedotan minuman kopi Vietnam yang digunakan Wayan Mirna Salihin.
Sebab, pada saat Jessica Wongso memesan kopi Vietnam pelayan meletakkan sedotan di meja dan belum dimasukkan ke dalam minuman yang belum diaduk.
Baca Juga: Soal Celana Jessica Wongso yang Hilang, Jaksa Shandy Handika Ngaku Sudah Cari tapi Tidak Ketemu
Akan tetapi ketika pelayan kembali mengantarkan pesanan, sedotan tersebut sudah ada di dalam gelas kopi.
Hakim yakin Jessica Wongso memasukan sianida melalui sedotan karena pada saat itu Mirna Salihin belum tiba di kafe.
Namun, sedotan yang seharusnya bisa menjadi alat bukti mendadak hilang begitu saja.
Jaksa Penuntut Umum kasus pembunuhan Mirna, yakni Shandy Handika baru-baru ini membongkar di mana keberadaan sedotan maut tersebut.
Shandy Handika mengatakan bahwa sedotan yang digunakan oleh Mirna tidak dibuang oleh Jessica Wongso.
Akan tetapi, Shandy Handika menyampaikan bahwa sedotan tersebut dibuang ke dalam wastafel.
Baca Juga: Menguak Fakta Terbaru, Jessica Wongso Ternyata Pernah Nonton Film Pembunuhan Pakai Sianida
“Ada yang membuang ke sink. Ini kan persepsi orang (pelayan kafe) yang ada di situ pada hari itu ya, yang masalah kan kopi lah sedotan buat apa? ya dibuang’” kata Shandy dikutip dari kanal YouTube Denny Sumargo, Rabu (11/10/2023).
“Sudah tidak ada (sedotannya), tapi di CCTV terlihat bahwa ada yang membuangnya ke sink,” sambungnya.
Shandy menjelaskan pada saat itu tidak ada seorang pun yang berpikir jika sedotan kopi merupakan barang penting untuk mengungkapkan kasus ini.
Baca Juga: 6 Fakta Film Dokumenter Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso yang Dirilis Netflix
Sehingga, pada saat itu orang yang berada di lokasi mengira hanya kopi Vietnam saja yang akan menjadi barang bukti.
Shandy menegaskan dibuangnya sedotan tersebut tidak bertujuan untuk menghilangkan barang bukti, akan tetapi murni karena ketidaktahuan.
“Bukan (menghilangkan barang bukti), karena memang posisinya adalah tidak tahu, yang bermasalah adalah kopi. Orang awam pasti merasa bahwa yang masalah kan kopinya, ya sudah yang kopinya yang disimpan,” jelasnya.***

Share this article
Shandy Handika menyampaikan bahwa sedotan tersebut dibuang ke dalam wastafel oleh pelayan di cafe tempat kejadian.