AYOJAKARTA.COM - Jakarta International Stadion atau JIS yang diresmikan oleh Gubernur Anies Baswedan pada 17 Juli 2022 lalu kini tengah menjadi sorotan.
Menjadi tuan rumah penyelenggaraan piala dunia, Stadion JIS yang merupakan salah satu warisan Anies Baswedan dinilai kurang memenuhi standar FIFA.
Anggapan yang menyebut JIS tidak memenuhi standar FIFA kemudian berbuntut terseretnya nama Anies Baswedan yang kini tengah bersiap menghadapi Pemilu 2024.
Pasalnya biaya yang dikeluarkan untuk membangun JIS telah menghabiskan dana Pemulihan Ekonomi Nasional atau PEN hingga mencapai 4,4 triliun rupiah.
Perhelatan piala dunia U-17 juga dikabarkan tidak menggunakan SUGBK, karena akan dijadikan grup band Coldplay menggelar konser.
Terkait dengan status JIS yang dinilai masih belum sesuai dengan standar FIFA, Nugroho Setiawan yang merupakan AFC Safety Officer bersertifikasi FIFA memberi tanggapan.
Menurutnya JIS memang belum secara resmi dinyatakan telah sesuai dengan standar yang ditentukan oleh FIFA.
Sebab untuk dikategorikan sesuai standar, federasi sepakbola dunia yakni FIFA perlu melakukan kunjungan secara langsung ke lokasi.
“FIFA punya checklist yang sifatnya normatif terkait dengan struktur stadion, safety, securities and services,” terang Nugroho Setiawan.
Baca Juga: Gibran Rakabuming Putra Sulung Jokowi Mendadak Minta Maaf pada Anies Baswedan, Ada Apa?
Hal tersebut menjadi salah satu penilaian, karena FIFA ingin agar sepakbola menjadi suatu hiburan yang selamat, aman serta nyaman bagi pemain serta penonton.
Keberadaan akses secara khusus bagi penonton, pemain, serta tamu-tamu VIP menurut Nugroho juga merupakan salah standar kelayakan FIFA.
Sehubungan dengan belum layaknya sejumlah sarana yang terkoneksi dengan JIS, menurut Dedek Prayudi selaku Wasekjen PSI perlu mendapat perhatian lebih.
Baca Juga: Ustaz Yusuf Mansur Unggah Potret Ganjar Pranowo-Anies Baswedan: Bukti Diundang Raja Salman
“Potensi keamanan, potensi kerusuhan itu tidak di mitigasi terlebih dahulu, karena adanya kesalahan desain sejak awal,” ujar Dedek.
Menyikapi anggapan sebagian masyarakat yang menilai bahwa JIS kurang memenuhi standar FIFA, Geisz Chalifah memberi tanggapan.
Menurut Geisz, standarisasi yang dilakukan oleh FIFA dengan standarisasi yang dilakukan PSSI merupakan dua hal berbeda.
Baca Juga: Benny K Harman Sebut Partai Demokrat Bakal Dukung Ganjar Pranowo Jika Anies Baswedan Gagal Nyapres?
Pasalnya dalam proses membangun JIS, Pemprov DKI yang ketika itu dipimpin oleh Anies telah banyak melakukan konsultasi dengan banyak pihak.
Selain melibatkan konsultan yang membangun stadion Tottenham Hotspur dan Qatar, perwakilan FIFA juga sudah dilibatkan sejak awal.
“Kalau standar politiknya PSSI belum bisa, tetapi kalau standarnya FIFA; JIS justru melampaui,” terang Geisz.
Baca Juga: Program Sumur Resapan Jadi Bahan Olok-Olok, Anies Baswedan: Secara Umum Berhasil
Lebih lanjut Geisz berpendapat bahwa penetapan standar stadion, bukan berkiblat pada penilaian PSSI yang terbilang masih miskin prestasi.
Demikian seperti dikutip AyoJakarta.com pada Senin, 3 Juli 2023 dari kanal YouTube tvOneNews.***

Share this article
Geisz Chalifah justru beri tanggapan berbeda dan menilai bahwa JIS justru melampaui standart FIFA, ternyata karena alasan ini.