AYOJAKARTA.COM – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, belum lama ini memberikan penjelasan mengenai salah satu program kerjanya saat menjabat.
Seperti yang diketahui, saat menjabat Anies Baswedan memiliki program kerja yang salah satunya adalah sumur resapan.
Sayangnya, program sumur resapan Anies Baswedan tersebut sempat menjadi bahan olok-olok sebagian masyarakat.
Anies mengatakan bahwa sumur resapan merupakan solusi untuk mengatasi genangan air saat terjadi hujan.
“Sumur resapan adalah solusi, itu adalah masa depan. Dan konsep spons city adalah konsep yang sekarang diadopsi di semua kota-kota besar dunia. This is the future. Jadi kita bangun di Jakarta ini sumur resapan dan harus diteruskan nih program sumur resapan ini. Saya bersyukur program ini sekarang akan diteruskan,” kata Anies dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Anies Baswedan, Minggu, 2 Juli 2023.
Anies menjelaskan bahwa Jakarta merupakan kota yang penuh dengan cekungan sehingga banyak tempat yang dulunya rawa.
Ia pun memberikan contoh mengenai manfaat sumur resapan yang sudah dibangun di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan.
Anies menyebut bahwa sumur resapan yang dibangun di sekitar kawasan Fatmawati terbukti dapat mempercepat surutnya air.
“Saya beri ilustrasi aja di ITC Fatmawati dengan Jl Fatmawati itu turun ke bawah, jalan raya itu turun ke bawah bisa sampai 1,5 meter jalannya. Ketika terjadi hujan, tempat-tempat yang cekung ini selama ini pakainya parit pengantar air. Jadi antarkan airnya, dipompa. Yang terjadi adalah genangannya lama sekali baru dia turun karena harus ditarik ke tempat yang lebih tinggi,” jelasnya.
“Di tempat-tempat seperti itu dibangunlah sumur resapan sehingga dia turun dan terbukti itu mempercepat surutnya air pada saat hujan deras di tempat yang rendah. Ada dibangun 27 ribu (lubang sumur resapan) waktu itu yang pertama kali. Di tempat-tempat itu terbukti air menjadi surut cepat,” sambungnya.
Meski begitu, Anies menuturkan bahwa program sumur resapan ini tidak seluruhnya sempurna.
Akan tetapi apabila dilihat secara umum, Anies mengaku bahwa programnya sudah berhasil.
“Apakah sempurna? Tidak. Sebagian pelaksanaan kontraktor itu ada yang dikerjakan dengan rapi, ada yang tidak rapi, ini kelayakan di lapangan. Ya kita bangun 27 ribu ya kalau ketemu ada 50 yang bermasalah sangat mungkin. Nah 50 inilah yang difoto, yang kira-kira ya yang digandakan dan diramaikan. Tapi program secara umumnya itu berhasil,” tutupnya.

Share this article
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, belum lama ini memberikan penjelasan mengenai salah satu program kerjanya saat menjabat.