AYOJAKARTA.COM - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat dengan tegas menyebut bahwa ajaran yang diajarkan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun menyimpang.
PWNU Jabar tersebut menegaskan bahwa ajaran pada Ponpes Al Zaytun yang terletak di Kabupaten Indramayu telah menyimpang dari ajaran ahlussunnah wal jamaah.
Bahkan PWNU Jabar telah meminta agar pemerintah turun tangan bersama untuk mengatasi problema akidah yang terjadi di Ponpes Al Zaytun.
Hasil keputusan dan kesepakatan bersama terkait dengan Ponpes Al Zaytun tersebut dilaksanakan Lembaga Bahtsul Masail PWNU Jabar yang digelar di Pondok Pesantren Hidayatuttholibiin Indramayu.
Ketua PWNU Jabar, KH Juhadi mengatakan lembaga Bahtsul Masail PWNU Jabar telah memutuskan bahwa ajaran yang telah diberikan kepada santri oleh pengasuh di Ponpes Al Zaytun sudah jauh menyimpang.
Ada beberapa hal yang disampaikan oleh KH Juhadi dalam hasil keputusan dan kesepakatannya sebagai berikut seperti dikutip dari siaran Metro TV, Senin (19/6/2023).
Baca Juga: Kontroversial Lagi! Panji Gumilang Pemimpin Ponpes Al Zaytun Sebut Al Quran Bukan Kalam Allah
“Dari hasil kajian ilmiah oleh Nu Jabar perihal polemik Al Zaytun, satu, kepada pemerintah agar segera menindak tegas Ponpes Al Zaytun dan tokohnya atas segala penyimpangan yang telah terbukti berdasarkan kajian ilmiah Bahtsul Masail LBM PWNU Jawa Barat,” ujar KH Juhadi.
Juhadi juga meminta agar para stakeholder melindungi masyarakat agar tak terpengaruh penyimpangan yang dilakukan Al Zaytun.
“Yang kedua kepada stakeholder agar memproteksi masyarakat dari bahaya penyimpangan Al Zaytun,” lanjutnya.
Baca Juga: Yuk Intip! Biaya Sekolah di Ponpes Al Zaytun, Capai Puluhan Juta hingga Pakai Mata Uang Dollar AS?
Juhadi juga tetap meminta masyarakat agar tenang dan tidak terpengaruh berita apapun serta menyerahkan penindakan pada pihak berwenang.
“Masyarakat agar tetap tenang dan menyerahkan penindakan atas penyimpangan yang terjadi kepada pihak yang berwenang,” imbuh Juhadi.
Bahkan pendiri Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang sudah dinilai banyak memberikan pernyataan-pernyataan yang kontroversial.
Baca Juga: Ponpes Al Zaytun vs Forum Indramayu Menggugat: Deretan Poin Tuntutan Beredar di WhatsApp, Apa Saja?
KH Juhadi merekomendasikan agar dibentuk tim komprehensif untuk menyelesaikan kasus tersebut.
"Kami merekomendasikan, menurunkan tim komprehensif, tidak boleh parsial. Kalau parsial tidak akan selesai," dikutip dari Republika.
Meskipun belum diketahui apakah sudah ada tim yang terbentuk atau belum, namun Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah melakukan koordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia soal tersebut.
Baca Juga: Siapa Panji Gumilang? Berikut Profil Pendiri Ponpes Al Zaytun yang Didemo
KH Juhadi mengungkapkan bahwa lembaga yang terlibat tidak cukup sebatas MUI, Kemenag atau ormas Islam lainnya.
Namun, ia berharap bahwa ada aparat kepolisian, TNI bahkan intelijen harus turun mengusut dugaan penyimpangan Ponpes Al Zaytun tersebut.***

Share this article
PWNU Jabar meminta pemerintah turun tangan bersama untuk mengatasi problema akidah yang terjadi di Ponpes Al Zaytun.