AYOJAKARTA.COM – Ponpes Al Zaytun merupakan lembaga pendidikan para santri tetapi pesantren ini mengundang kontroversi dari sejumlah video yang viral di sosial media.
Dari video-video yang viral tersebut, publik menilai bahwa Ponpes Al Zaytun melakukan ajaran yang tidak lazim pada Islam.
Bahkan MUI pernah melakukan kajian kepada Ponpes Al Zaytun pada tahun 2002 dan menyebutkan bahwa pesantren ini ada indikasi relasi dan afiliasi dengan komunitas Negara Islam Indonesia atau NII KW 9.
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube tvOneNews (9/6/2023), ini adalah 3 kontroversi pada Ponpes Al Zaytun:
1. Ucap salam Yahudi
Pada salah satu video viral menampilkan Pimpinan Ponpes Al Zaytun Panji Gumilang yang mengajak para santri menyanyikan salam umat Yahudi.
Mantan Wakil Bupati Indramayu ucky Hakim yang berada pada momen tersebut menjelaskan bahwa Ponpes Al Zaytun ingin mengajarkan salam yang bukan hanya assalamualaikum saja tetapi juga salam lain karena di dalam Ponpes Al Zaytun ada beberapa santri non muslim.
Baca Juga: Internetan Dapet Cuan? Inilah 7 Cara Dapatkan Uang Dari Google, Bisa Sambil Rebahan
2. Sholat berjamaah secara tercampur antara laki-laki dan perempuan
Pada momen Idul Fitri kemarin, beredar video sjolat Idul Fitri di Ponpes Al Zaytun yang memperlihatkan bagaimana sholat jamaah tersebut dilakukan secara tercampur antara laki-laki dan perempuan.
Karena terlihat ada perempuan yang berada pada shaf dengan berbarengan dengan laki-laki, ini merupakan video sholat Idul Fitri pada tahun lalu.
Wakil Ketua Umum MUI Marsudi Syuhud buka suara tentang hal ini dan menegaskan bahwa dalam Islam sudah terdapat aturan baku mengenai sholat dan juga sholat berjamaah.
“Sudah ada aturan bakunya, hukum-hukumnya bagaimana melaksanakan sholat, bagaimana melaksanakan sholat berjamaah, bagaimana melakukan sholat berjamaah antara laki dan perempuan. Di atas hukum sah atau tidak sah ada adab karena ini adalah untuk ibadah,” ujar Marsudi Syuhud.
Marsudi Syuhud menyampaikan bahwa adab melaksanakan sholat ini memisahkan laki-laki dengan perempuan karena bukan muhrim.
3. Gerakan adzan yang tidak lazim
Lagi-lagi beredar video mengenai Ponpes Al Zaytun yang menunjukkan bagaimana santrinya mengumandangkan adzan disertai dengan gerakan yang dinilai tidak lazim dilakukan.
Dari 3 kontroversi tersebut, Ponpes Al Zaytun ternyata memiliki hubungan dengan NII KW 9. Hal ini disampaikan oleh Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Ni’am Sholeh.
“Kita mengkonfirmasi adanya keterkaitan antara Al Zaytun dengan NII KW 9 pada 3 aspek. Pada sisi historisnya, kemudian pada finansialnya kemudian pada sisi leadershipnya,” kata Asrorun Ni’am Sholeh.***

Share this article
Dari video-video yang viral, publik menilai bahwa Ponpes Al Zaytun melakukan ajaran yang tidak lazim pada Islam. Apa saja?