AYOJAKARTA.COM – Berbeda dengan bakal Capres Ganjar Pranowo dan Prabowo yang saling salip memperebutkan elektabilitas di peringkat 1, elektabilitas Anies Baswedan justru semakin merosot.
Anies Baswedan konsisten berada pada urutan ke-3 dalam survei elektabilitas pada sejumlah lembaga survei.
Meskipun demikian, masih ada banyak waktu untuk mengubah posisi tersebut, karena dunia politik sangat dinamis dan kemungkinan apa saja bisa terjadi.
Anies Baswedan sendiri sudah mengantongi nama Cawapres, namun hingga kini sosok tersebut belum juga diumumkan.
Di sisi lain Partai Demokrat mendesak Anies untuk segera mengumumkan siapa Cawapres yang akan mendampinginya, karena jika Anies tak segera mengumumkan maka Partai Demokrat akan mengevaluasi dukungannya.
Hal ini bukan berarti Demokrat akan menarik dukungan untuk Anies tetapi akan memikirkan strategi lain untuk meningkatkan suara untuk Anies.
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Metro TV (9/6/2023), menurut Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya, Anies harus berhati-hati dalam menentukan Cawapresnya.
Baca Juga: Viral Selebgram Tasya Revina Diduga Diselingkuhi, Semua Foto Suami di Instagramnya Raib
Karena setidaknya Cawapres harus bisa menyumbang elektoral hingga 12%
“Secara kuantitatif, kontribusi calon wakil presiden itu maksimum 12%. Tapi salah memilih calon wakil presiden merupakan sebuah langkah yang blunder. Itu yang harus benar-benar kita kaji, benar-benar kita hitung, kalkulasinya harus presisi, tidak bisa hanya sesembrono,” kata Willy Aditya.
Berbeda dengan Ganjar Pranowo yang hanya diusung oleh satu partai saja, Anies Baswedan harus diusung oleh tiga partai pendukung.
Hal ini menjadi tantangan sendiri untuk Anies Baswedan karena harus menyamakan 3 partai pendukungnya agar memiliki pendapat yang sejalan.
Baca Juga: Internetan Dapet Cuan? Inilah 7 Cara Dapatkan Uang Dari Google, Bisa Sambil Rebahan
Perlu diketahui bahwa pasangan Capres dan Cawapres 2024 nantinya hanya akan memiliki waktu selama 75 hari untuk kampanye.
Jadi menurut Pengamat Politik Hendri Satrio, pilihan Anies untuk tidak segera mengumumkan Cawapres dinilai masuk akal.
Karena Cawapres bisa menjadi kartu As yang akan dikeluarkan pada akhir dan membuat kejutan bagi lawan Anies dalam Pilpres 2024.
“Mungkin yang diharapkan adalah segera diumumkan karena waktu kampanyenya memang agak berbeda dengan 2019, ini hanya 75 hari yang artinya tidak panjang waktunya. Jadi sebagai penantang, memang Cawapres bisa jadi kartu As,” kata Anies Baswedan.
Baca Juga: Belum Dapat Email Jadwal Tes Rekrutmen Bersama BUMN? Jangan Panik, Ini Penjelasan FHCI
Jadi siapa bakal Capres yang lebih dulu mengumumkan Cawapresnya maka memiliki arti telah mengeluarkan kartu Asnya.
Hal ini bisa membuat bakal Capres lain menilai kekuatannya dan mengambil strategi untuk mencari bakal Cawapres yang lebih kuat untuk melawan.***

Share this article
Anies Baswedan konsisten berada pada urutan ke-3 dalam survei elektabilitas pada sejumlah lembaga survei. Partai Nasdem berikan komentarnya