AYOJAKARTA.COM - Baru-baru ini warganet dihebohkan dengan kasus penemuan mayat yang diduga menjadi korban aksi dukun gadungan di Banjarnegara, Jawa Tengah.
Slamet Tohari (45) mengaku kepada para korbannya bisa menggandakan uang dengan menyetor sejumlah dana kepadanya.
Terbongkarnya pembunuhan keji ini berawal dari korban terakhir berinisial PO yang hilang setelah 10 hari meninggalkan rumah.
Baca Juga: Ikuti Tips dan Trik Untuk Mengerjakan Tes SKD Berikut Ini, Dijamin Bakal Lolos Seleksi CPNS 2023
Keluarga yang merasa janggal dan curiga langsung melaporkan hal tersebut kepada kepolisian.
PO merupakan korban Dukun Tohari dari Sukabumi, Jawa Barat yang berniat menggandakan sejumlah uang namun berakhir nyawa melayang.
Dikutip dari AyoJakarta.con dari kanal Youtube official Inews terbongkar isi chat PO yang menjadi kunci terbongkarnya kasus dukun penggandaan uang Banjarnegara ini.
Pesan terakhir dikirim PO kepada anaknya, yang mengatakan kalau dirinya tidak ada kabar segera hubungi polisi dan datang ke tempat yang lokasinya sudah dikirimkan pada pesan tersebut.
“Ini dirmh y pak slamet bwt jaga2 klo umur ayah pendek. Misal ayah g ada kabar smpe hr minggu Isg aja dime lokassi brsama aparaty. Glydas tau koq rumah y”, pesan yang ditulis PO.
“Dihhh ai ayah suka bkin org kepikiran ath. Ayah mah hayoh weh pergi teh malah gtuuu bkin org kepkiran. Ayah mah hayoh weh pergi teh malah,” pesan balasan dari anak PO.
Dan benar saja dari hasil pengambangan kasus, PO ditemukan sudah tidak bernyawa dan dikubur di kebun milik Dukun Tohari.
Diketahui PO menyetorkan uang sebanyak Rp70 Juta yang kemudian dijanjikan akan digandakan Toharienjadi Rp5 miliar.
Baca Juga: Viral! Anggota DPRD Sumut Curi Jam Tangan Pegawai Toko, Warganet : Yang Kecil Aja Diembat
Selanjutnya polisi menemukan 11 kerangka dan jasad yang diduga menjadi korban pembunuhan dukun Tohari.
Saat ini Polisi masih melakukan penyidikan kasus tersebut, sedangkan korban yang telah ditemukan masih dalan proses identifikasi.

Share this article
Viral kasus pembunuhan seorang dukun pengganda uang. Terbongkar pembunuhan keji ini berawal dari korban terakhir berinisial PO yang hilang.