AYOJAKARTA.COM - Seorang dukun palsu pengganda uang yang melakukan pembunuhan terhadap 12 orang telah dibawa ke lokasi penguburan korban untuk kepentingan penyidikan.
Dukun palsu pengganda uang tersebut telah membunuh korban-korbannya dengan meracuni mereka dan menguburkan mayat-mayat tersebut.
Dikutip oleh AyoJakarta.com dari kanal YouTube Kompas TV pada 5 April 2023, setelah dilakukan penyelidikan, polisi menemukan dua kuburan lagi di lokasi tersebut, sehingga total ada 12 korban.
Setelah diautopsi di Rumah Sakit Margono Purwokerto, polisi masih menunggu hasil identifikasi dari sembilan jenazah korban yang telah dibunuh oleh dukun palsu pengganda uang ini.
“Sementara ini kami menunggu hasil otopsi Pak. Apabila tidak ada, maka berkas penyidikan kurang dan ada kemungkinan dia (Mbah Slamet) bebas,” terang AKBP Hendri Yulianto.
Sebelumnya, hanya satu dari kesepuluh korban yang dapat diidentifikasi yang mana merupakan warga Sukabumi dan dilaporkan hilang oleh sang anak.
Baca Juga: Jangan ke Dukun Penggandaan Uang! Begini Cara Islam Menjadi Kaya Raya Menurut Ustaz Adi Hidayat
Pasca terungkapnya pembunuhan berantai ini, rumah dukun pengganda uang bernama Slamet Tohari dijaga ketat oleh petugas gabungan.
Pembunuhan sadis oleh Slamet Tohari atau biasa disebut Mbah Slamet telah mengejutkan warga setempat karena sebelumnya desa tersebut tidak pernah mengalami gangguan keamanan.
Dalam penyelidikan yang dilakukan oleh polisi, pelaku mengaku sebagai seorang dukun pengganda uang.
Tentu saja, ia tidak bekerja sendirian karena ada asisten atau tangan kanan yang bertugas di bagian promosi kepada calon korban.
Ia menjanjikan kepada korban bahwa uang senilai Rp 70 juta dapat berlipat ganda hingga mencapai Rp 5 miliar.
Namun, korban-korban tersebut justru menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh pelaku, hal ini terungkap karena pelaku kesal diminta hasil penggandaan uang para korban.
Baca Juga: Fakta Terbaru Dukun Pengganda Uang Banjarnegara, Gaet Korban dari Luar Daerah Melalui Media Sosial
Sebelumnya, polisi masih menunggu hasil autopsi dari sembilan jenazah yang belum teridentifikasi.
Namun, ke sembilan jenazah yang sulit diidentifikasi akhirnya dimakamkan secara massal. Pihak Polres Banjarnegara menekankan apabila merasa kehilangan anggota keluarga dapat melapor ke Polres Banjarnegara.
Kini pelaku telah ditahan dan menjalani proses hukum yang berlaku. Kejadian ini telah menjadi perhatian masyarakat terutama masyarakat setempat karena tidak mengira sosok Mbah Slamet membunuh banyak orang dengan racun dan menguburkannya di kebun miliknya.***

Share this article
Korban dukun palsu pengganda uang di Banjarnegara kini menjadi 12 orang, Kapolres sampaikan fakta ini.