AYOJAKARTA.COM - Komisi III DPR, Benny K. Harman menerima tantangan Menko Polhukam, Mahfud MD melalui cuitan Twitternya.
Sebelumnya Mahfud MD menantang Benny K, Harman, Arteria Dahlan dan Asrul Sani melalui cuitan Twitternya.
Mahfud MD menantang anggota Komisi III DPR Benny K, Harman, Arteria Dahlan dan Asrul Sani, untuk membahas mengenai transaksi janggal Rp 349 Triliun yang diungkap ke publik.
Baca Juga: DUH! Arteria Dahlan Sebut Menko Polhukam Mahfud MD Bisa Dipenjara 4 Tahun Gegara Ini, Benarkah?
Sebelumnya Komisi III DPR dalam rapatnya mencecar ketua PPATK tentang urgensi Mahfud MD dalam membongkar data rahasia itu ke publik.
Benny Harman juga meminta pasal yang mendasari dalam memperbolehkan pejabat publik untuk mengungkap data tersebut ke publik.
“Jadi boleh diumumkan ke publik, kalau anda mengatakan itu boleh tolong tunjukkan kepada saya pasal berapa dalam Undang-Undang ini? coba tunjukkan, sebab kalau tidak bapak ibu yang saya banggakan dan saya hormati, saudara Menko Polhukam dan anda juga sebetulnya punya niat politik yang tidak sehat, mau memojokkan Kemenkeu atau sejumlah tokoh di Kemenkeu, itu yang saudara lakukan.” ujar Benny yang dikutip dari Kompas TV.
Dalam rapat tersebut Benny Harman meminta agar Mahfud MD dihadirkan ke dalam rapat untuk membahas mengenai transaksi tersebut.
Dilansir dari cuitan @mohmahfudmd, pada Senin, 27 Maret 2023 Menko Polhukam siap untuk dipanggil DOR.
Ia juga menantang Benny Harman hingga Arsuk Sani untuk ikut hadir dan tidak mencari alasan agar dapat absen.
“Bismillah. Mudah"an Komisi III tdk maju mundur lagi mengundang sy, Menko Polhukam/Ketua KNK-pp-TPPU. Sy sdh siap hadir. Sy tantang Sdr. Benny K. Harman jg hadir dan tdk beralasan ada tugas lain. Bgt jg Sdr Arteria dan Sdr. Arsul Sani. Jgn cari alasan absen,” tulis @mohmahfudmd.
Adanya tantangan tersebut , Benny Harman merespon cuitan Mahfud MD dalam Twitter.
Ia mengaku sangat senang dapat menyambut Menko Polhukam dalam rapat.
Beny mengucapkan bahwa ia siap adu logika dan argumentasi agar DPR tidak hanya dinasikan tukang stempel saja.
“Great. Dgn sukacita dn penuh gembira kami menyambut kedatangannya.Untuk kepentingan rakyat,kami siap adu logika,adu argumentasi dan adu kesetaraan dgn pak Mahfud.Agar Dpr tidak hanya dijadikan rubber stamp,tukang stempel doang.Your most welcome pak Mahfud. #RakyatMonitor#,” tulis Benny Harman.***

Share this article
Benny Harman juga meminta pasal yang mendasari dalam memperbolehkan pejabat publik untuk mengungkap data tersebut ke publik.