AYOJAKARTA.COM--Bansos Ramadan 2023 akan segera dibagikan oleh pemerintah, nantinya masyarakat akan mendapatkan bantuan berupa sembako.
Anggaran untuk Bansos Ramadan 2023 telah disampaikan oleh Kementerian Keuangan melalui live konferensi pers APBN edisi Maret 2023.
Bansos Ramadan 2023 diberikan sebagai bentuk perlindungan sosial mengingat harga barang-barang terutama kebutuhan pokok akan naik ketika periode Ramadan dan menjelang Idul Fitri.
Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan RI Isa Rachmatarwata menjelaskan bahwa bantuan pangan menjelang Ramadan akan ditargetkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang sudah terdaftar di dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Baca Juga: Asyik! Bansos PKH 2023 Tahap 1 Dengan KKS BNI Sudah Turun Di Daerah Berikut, Simak Informasinya!
“Kita memang akan membagikan beras secara gratis tentunya maka ini menjadi bantuan pangan kepada keluarga penerima manfaat di dalam DTKS,” ujar Isa Rachmatarwata, dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube @KemenkeuRI (17/3/2023).
Kementerian Keuangan menargetkan penerima bantuan pangan Ramadan berjumlah sekitar 21,3 juta KPM dengan anggaran Rp 7,8 triliun yang akan ditagihkan ke APBN.
Nantinya penyaluran beras akan dilakukan oleh Bulog dan setelah bantuan disalurkan, pihak Bulog baru melakukan penagihan ke APBN.
Tidak hanya ada bantuan beras saja yang akan diberikan oleh pemerintah tetapi ada bantuan berupa ayam dan telur juga.
“Untuk ayam dan telur ini nanti akan dibagikan kepada keluarga dengan balita atau anak yang berpotensi stunting,” kata Isa Rachmatarwata.
Data yang didapat oleh Kementerian Keuangan mengenai keluarga yang akan menerima bantuan ayam dan telur didapatkan dari data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Untuk bantuan ayam dan telur diperkirakan akan menghabiskan anggaran sebesar Rp 460 miliar untuk 2,1 keluarga selama 3 bulan pembagian yaitu Maret, April, dan Mei.
Baca Juga: UPDATE! Ternyata Begini Aturan Baru Pengawasan Bansos Sembako BPNT 2023 yang Wajib Diketahui!
Jadi cara untuk mendapatkan bantuan sosial ramadan adalah dengan cara terdaftar di dalam DTKS dan juga terdaftar di dalam BKKBN sebagai keluarga yang memiliki balita atau anak yang berpotensi stunting.
Stunting merupakan masalah gizi yang kronis diakibatkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang panjang. Hal ini berdampak pada terganggunya pertumbuhan anak.
Oleh karena itu pemerintah memberikan asupan gizi melalui bantuan pemberian ayam dan juga telur selama 3 bulan.
Pemerintah bertindak serius dalam memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat tidak hanya dengan memberikan bantuan sosial ramadan saja, pemerintah juga telah menyalurkan bansos BPNT dan PKH.
Bansos tersebut diberikan untuk mendorong konsumsi dan mengatasi kemiskinan ekstrim yang ada di Indonesia.***

Share this article
Kementerian Keuangan menargetkan penerima bantuan pangan Ramadan berjumlah sekitar 21,3 juta KPM, dengan anggaran Rp 7,8T