AYOJAKARTA.COM - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), menaikkan status Gunung Karangetang di Kabupaten Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara dari waspada atau level II menjadi siaga atau level III.
"[TINGKAT AKTIVITAS G. KARANGETANG DINAIKKAN DARI LEVEL II (WASPADA) MENJADI LEVEL III (SIAGA), TERHITUNG MULAI TANGGAL 8 FEBRUARI 2023 PUKUL 16:00 WIB]," tulis cuitan @PVMBG yang dikutip AyoJakarta.com pada Kamis (9/2/2023).
Dari hasil pengamatan visual selama periode 1 Januari 2023, Gunung Api Karangetang sering berawan hingga mendung kadang tertutup kabut, pada saat jelas teramati asap kawah utama putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga tebal, tinggi berkisar antara 25 - 150 meter di atas puncak, dari Kawah ll asap kawah putih tipis tebal tinggi maksimum 75 meter.
Baca Juga: Benda Asing Melintasi Gunung Merapi, Apakah Pesawat Alien?
Sementara itu pada tanggal 1 – 7 Februari 2023 terekam 162 kali gempa Guguran, 54 kali gempa Hembusan, 66 kali gempa Fase Banyak, 3 kali gempa Vulkanik Dangkal, 23 kali gempa Vulkanik Dalam, 3 kali gempa Tektonik Lokal, 1 kali gempa Terasa (MMI I) dan 42 kali gempa Tektonik Jauh.
Kemudian berdasarkan data instrumental, gempa guguran menunjukan peningkatan sejak 18 Januari 2023.
Gempa guguran itu, semakin meningkat pada 6 Februari 2023 sehingga terekam sebanyak 43 kejadian dan pada 7 Februari 2023 gempa Guguran meningkat menjadi 62 kejadian per hari.
Lebih lanjut, kondisi ini terjadinya akibat guguran yang meningkat serta menunjukan peningkatan suplai magma ke permukaan yang menyebabkan penambahan material kubah dan juga ketidakstabilan pada kubah lava.
Pergerakan magma ke permukaan dalam laju rendah ini kemungkinan akan diikuti dengan terjadinya erupsi efusif.
Tak hanya itu saja, masyarakat, pengunjung, wisatawan, pendaki tidak diperbolehkan beraktivitas dan mendekati area dalam radius 2,5 km dari kawah Utama serta 3.5 km pada sektor selatan dan tenggara.
Baca Juga: Gunung Semeru Kabupaten Lumajang Mengeluarkan Erupsi Setinggi 1.500 Meter
Pemantauan ini akan dilakukan secara intensif tetap dilakukan guna mengevaluasi kegiatan G. Karangetang oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi dikarenakan pada musim hujan masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai yang berhulu dari puncak G. Karangetang agar mewaspadai bahaya sekunder berupa ancaman aliran lahar.
Dengan demikian masyarakat di sekitar G. Karangetang diharap tenang tidak terpancing isu-isu tentang erupsi G. Karangetang, dan agar senantiasa mengikuti arahan dari BPBD Provinsi Sulawesi Utara dan BPBD Kabupaten Sitaro.
Sebab pemerintah daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Karangetang di Desa Salili, Kecamatan Siau Tengah, Kabupaten Sitaro atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi
Selanjutnya masyarakat maupun BNPB, BPBD Provinsi Sulawesi Utara, BPBD Kabupaten Sitaro, dan instansi terkait lainnya dapat memantau perkembangan tingkat aktivitas maupun rekomendasi G. Karangetang setiap saat melalui aplikasi MAGMA Indonesia yang dapat diakses melalui website https://magma.vsi.esdm.go.id atau melalui aplikasi Android MAGMA Indonesia yang dapat diunduh di Google Play.***

Share this article
Gunung Api Karangetang sering berawan hingga mendung kadang tertutup kabut, kini menjadi siaga level III.