AYOJAKARTA.COM - Martin Lukas Simanjuntak buka suara mengenai isu yang beredar tentang dugaan isi dari buku hitam yang selalu dibawa oleh Ferdy Sambo.
Menurut Martin Lukas Simanjuntak, buku tersebut berisi dosa-dosa yang telah dicatat oleh Ferdy Sambo selama dirinya berkarir di kepolisian.
Hal ini disampaikan oleh pengacara keluarga Brigadir J tersebut melalui kanal YouTube Uya Kuya dalam sebuah video yang diunggah pada Senin (30/1/2023).
Awalnya, Uya Kuya memperlihatkan sebuah artikel yang membahas tentang misteri buku hitam yang selalu dibawa oleh Ferdy Sambo.
“Pak FS ini bagus ya karirnya dan terakhir itu kan sebagai Kadiv Propam, tentunya selain mencatat prestasi dia juga mencatat apa-apa aja pelanggaran yang sudah ditindak maupun yang belum ditindak,” jelas Martin Simanjuntak menanggapi pertanyaan Uya.
Ia kemudian menyinggung soal salah satu video yang sempat viral mengenai kasus tambang emas yang diduga terungkap oleh Ferdy Sambo.
Menurutnya, ini hanyalah satu dari sekian rahasia yang dipegang oleh mantan Kadiv Propam Polri tersebut.
Martin menduga bahwa ada banyak ‘dosa’ lain dari kepolisian yang belum diekspose oleh Ferdy Sambo.
“Kemarin kan ada satu yang sempat viral juga, video mengenai tambang emas ya. Kan sudah ditangkap itu ya, saya pikir itu baru hanya opening saja dari FS,” ujarnya.
“Nah, yang lain kan kemungkinan besar Pak Ferdy Sambo yang tahu ya. Apalagi kira-kira dosa-dosa ataupun permasalahan yang ada di internal kepolisian yang diketahui tapi tidak diekspose?” kata Martin.
Menurut Martin, informasi yang dimiliki oleh Ferdy Sambo ini memiliki nilai tawar yang kemudian bisa dijadikan sebagai transaksi hutang piutang secara non-material.
“Salah satu hal yang tidak bisa diukur adalah buku doa tersebut,” tegasnya.
Baca Juga: Seluruh Pleidoi Ferdy Sambo Ditolak Jaksa, Begini Reaksi Trisha Eungelica Putri Sulung Ferdy Sambo
Hal inilah yang kemudian diduga menjadi penyebab adanya gerakan bawah tanah yang dilakukan untuk membebaskan Ferdy Sambo.
“Sehingga mungkin orang-orang yang mendukung FS dalam gerakan bawah tanah itu orang-orang yang memiliki hutang budi dalam bentuk tidak disampaikannya informasi kesalahan dari yang bersangkutan ketika melakukan tugas,” jelas Martin.***

Share this article
Martin Lukas Simanjuntak sebut buku hitam Ferdy Sambo banyak catatan soal 'dosa' besar dari internal kepolisian.