AYOJAKARTA.COM - Putri Candrawathi jalani sidang pembacaan nota pembelaan atau Pledoi atas kasus pembunuhan berencana Brigadir J, Rabu(23/1/2023).
Putri memberi judul peldoinya “surat dari balik jeruji”.
Dalam nota pembelaannya, Putri mengaku jika Tuhan mengizinkan ia ingin memeluk anak-anaknya.
“Jika Tuhan mengizinkan, saya ingin kembali memeluk putra-putri kami,” ucap Putri sambil menangis.
Hal tersebut mendapat respon dari ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat.
“Itu adalah air mata buaya, itu cara dia untuk mengambil simpati hakim”, ucap Samuel Hutabarat dikutip ayojakarta.com dari TikTok Infoterbaru.
Seperti yang kita ketahui tidak hanya di sidang Pledoi saja, di beberapa kali persidangan Putri Candrawathi menyampaikan keterangannya dengan air mata.
Tak terima dengan pembelaan Putri yang ingin bertemu dengan anak-anaknya, Samuel Hutabarat membandingan nasib anaknya Brigadir J dimanja keluarganya tidak bisa lagi bertemu.
Baca Juga: Geram dengan Fitnahan Putri Candrawathi, Ibunda Brigadir J: Dia Manusia Aneh dan Licik!
Menurut Ayah Brigadir J, pembelaan yang dibacakan Putri Candrawathi adalah bacaan munafik, yang hanya memikirkan diri sendiri.
Selanjutnya keluarga Brigadir J melalui ayahnya menyampaikan keinginan dari hasil persidangan.
“Yang kami inginkan dari persidangan ini kiranya Yang Mulia Majelis Hakim menuntut sesuai dengan tuntutan JPU yaitu pasal 340 di dalamnya ada tertulis 3 hukuman, yakni hukuman mati, hukuman seumur hidup, dan hukuman selama-lamanya, 20 tahun penjara, itu yang kami harapkan,” jelas Samuel Hutabarat.
Dalam kasus ini Putri Candrawathi bersama Ferdy Sambo, Bripka Ricky Rizal alias Bripka RR, Kuat Maruf dan Bharada Richard Eliezer alias Bharada E, didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Yosua.
Pada Oktober lalu, mereka didakwa dengan Pasal 340 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP subsider Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.***

Share this article
Ayah Brigadir J Samuel Hutabarat berikan tanggapan atas pernyataan Putri Candrawathi ingin kembali memeluk anak-anaknya, 'air mata buaya'