AYOJAKARTA.COM - Istilah Megathrust baru-baru ini menjadi perbincangan hangat dikalangan masyarakat khususnya yang tinggal di Pulau Jawa.
Bagi orang yang tinggal di Pulau Jawa, munculnya istilah Megathrust cukup menimbulkan was-was.
Pasalnya Megathrust disebut akan menjadi ancaman untuk warga di Pulau Jawa.
Baca Juga: Awas! 295 Sesar Aktif dan 13 Zona Subduksi Megathrust Mengancam Indonesia, Ini Persebaran Wilayahnya
Lalu apa sebenarnya makna dari Megathrust itu sendiri?
Sebelumnya menurut Dr. Daryono, S.Si., M.Si, Kabid Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan perbincangan mengenai gempa dahsyat membuat ahli kebumian bertanya-tanya, apakah masyarakat sudah memahami makna Megathrust dengan benar.
Sebab diketahui banyak masyarakat yang berasumsi bahwa Megathrust merupakan sesuatu yang baru.
Baca Juga: Gempa Bumi 5,0 Magnitudo Guncang Bogor, Bukan Akibat Pergerakan Megathrust Melainkan Hal Ini
Yang mana akan segera terjadi dalam waktu dekat.
Kemudian ditambah dengan asumsi bahwa Megathrust memiliki kekuatan sangat besar.
Serta akan menimbulkan kerusakan serta tsunami dahsyat.
Baca Juga: Gempa Bumi Bogor M4,7 Bukan Akibat Pergerakan Megathrust, Begini Penjelasannya
Akan tetapi, pemahaman masyarakat yang demikian itu ternyata kurang tepat.
Mengutip dari laman resmi BPBD Daerah Istimewa Yogyakarta.
Menjelaskan bahwa zona Megathrust hanyalah istilah untuk mengungkapkan sumber gempa tumbukan lempeng yang berada di kedalaman dangkal.
Baca Juga: Gempa Bumi Bogor M4,7 Bukan Akibat Pergerakan Megathrust, Begini Penjelasannya
Lebih lanjut disebutkan, dalam hal ini lempeng samudra yang menunjam ke arah bawah lempeng benua akan membentuk medan tegangan (stress) pada bidang kontak antar lempeng.
Serta kemudian bisa bergeser, secara tiba-tiba memicu gempa.
Apabila terjadi gempa, maka bagian lempeng benua yang berada di atas lempeng samudra bergerak terdorong naik atau thrusting.
MegathrustBaca Juga: Awas Tsunami! 13 Zona Megathrust Ini Membahayakan Indonesia, Begini Himbauan BMKG dan Daftar Lokasinya
Selanjutnya dipaparkan, jalur subduksi lempeng umumnya sangat panjang.
Yang mana dengan kedalaman dangkal mencakup bidang kontak antar lempeng.
Dalam perkembangannya, dikatakan zona subduksi diasumsikan sebagai patahan naik yang besar.
Atau yang saat ini lebih sering disebut dengan Zona Megathrust.
Baca Juga: Daftar 13 Zona Megathrust di Indonesia : Ada Jawa Tengah dan Jawa Barat Cek di Sini!
Berdasarkan monitoring Badan Meteorologi dan Geofisika atau BMKG.
Menyebutkan bahwa zona megathrust selatan Jawa memang sangat aktif yang tampak dalam peta aktivitas kegempaannya atau seismisitas.
Kemudian dalam penjelasan tersebut, mengungkap catatan sejarah terkait gempa yang pernah tejadi di tahun lampau.
Sejak tahun 1700, zona megathrust selatan Jawa dikatakan sudah beberapa kali terjadi aktivitas gempa besar (major earthquake) dan dahsyat (great earthquake).
Menurut Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Abdul Muhari.
Menyebut bahwa upaya mitigasi dalam bencana ini hanyalah evakuasi.
"Ketika kita bicara tsunami megathrust, maka ketika itu, kita bicara upaya mitigasi nya untuk penyelamatan nyawa, evakuasi, hanya evakuasi," ujar Abdul Muhari dikutip dari Suara.com.***

Share this article
Megathrust hanyalah istilah untuk mengungkapkan sumber gempa tumbukan lempeng yang berada di kedalaman dangkal.