AYOJAKARTA.COM – Fast Retailing Co Ltd selaku induk dari perusahaan Uniqlo, membuat pernyataan akan menaikan upah bagi para karyawan.
Dalam kurun waktu dua dasawarsa, kenaikan upah karyawan Uniqlo ini adalah hal yang baru pertama kali terjadi di lingkungan Fast Retailing Co Ltd.
Tidak tanggung-tanggung, kenaikan upah karyawan Uniqlo sebagai ritel pakaian tersebut mencapai besaran hingga 40 persen dari upah saat ini.
Pada Maret 2023 mendatang, karyawan lulusan baru akan mendapatkan bayaran sebesar 300.000 Yen atau setara dengan 35,1 juta rupiah setiap bulan.
Kenaikan upah mencapai 40 persen tersebut dihitung dari gaji yang saat ini berada di nilai 255.000 yen atau setara 29,8 juta rupiah.
Sedangkan jabatan Manajer Toko baru akan memperoleh kenaikan gaji sekitar 36 persen menjadi 390.000 Yen atau 45,7 juta per bulan.
Sehubungan dengan kenaikan upah pekerja ini, Pei Chi Tung selaku juru bicara Fast Retailing memberi pernyataan.
“Perubahan itu bertujuan untuk membuat gaya kerja dan remunerasi perusahaan lebih kompetitif secara global,” ujarnya.
Pernyataan tersebut seperti dikutip Ayojakarta dari kanal Youtube Indonesia Morning pada Jumat 13 Januari 2023.
Sebelumnya, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida sudah berulang kali meminta agar perusahaan menyesuaikan upah dengan biaya kebutuhan hidup.
Nilai upah bagi seorang karyawan yang mencapai angka puluhan juta rupiah ini, bukan tidak mungkin akan membuat dahi ikut berkerut.
Melalui kanal YouTube-nya, Ozak Desu seorang Warga Negara Indonesia yang menjadi pekerja di Jepang menceritakan pengalamannya.
“Jadi sebelum kalian berangkat ke Jepang, ekspektasi kalian itu tentu besar terhadap Jepang,” Ozak Desu mengawali unggahan.
Baca Juga: Waduh! Ramalan 2023 Denny Darko: Ada Artis Terkena Skandal Sebut Waspada Sosok Ini
Lebih lanjut ia menjelaskan tentang harapan besar yang datangnya dari gaji besar hingga mencapai angka puluhan juta rupiah.
“Harapan dari Orang tua juga besar, dalam benak mereka pasti kalian bisa mengirim hingga sepuluh juta,” tambah Ozak.
Pekerja sekaligus YouTuber yang baru beberapa bulan berada di Jepang ini kemudian menegaskan bahwa dirinya adalah salah satu korban dari tingginya harapan.
“Aku adalah korban dari ekspektasi tersebut,” keluh Ozak yang sudah merasakan kenyataan hidup di Jepang.
Ozak Desu menjelaskan bahwa besarnya angka yang disebutkan adalah angka kotor yang belum dihitung dengan berbagai macam pengeluaran.
Biaya sewa apartment, listrik, gas, asuransi, pajak, tiket transportasi, paket internet, serta kebutuhan makan dan kesehatan adalah biaya wajib yang harus dikeluarkan setiap bulan.
“Sama aja seperti di Indonesia, beda tempat beda Upah Minimum Regional,” tegas Ozak seraya mengingatkan agar siapapun tidak lekas memberi penilaian. ***

Share this article
YouTuber dengan nama Ozak Desu berbagi fakta tentang bekerja di Jepang. Uniqlo diketahui naikan gaji karyawan capai 40%