AYOJAKARTA.COM - Terdakwa pembunuhan Brigadir J, Putri Candrawathi menjalani sidang lanjutan pada Rabu (11/1/2023) kemarin.
Dalam persidangan yang digelar di PN Jaksel itu, Putri Candrawathi dicecar berbagai pertanyaan oleh hakim.
Salah satunya yaitu mengenai dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J kepada Putri Candrawathi.
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Kompas TV pada Kamis (12/1/2023), hakim Wahyu Iman Santoso bertanya kapan pelecehan itu terjadi.
Putri Candrawathi mengatakan bahwa pelecehan itu ia alami pada 7 Juli 2022.
"Kemudian, kalau dari keterangan saudara sebagai saksi kemarin kami perkirakan apa yang Saudara terangkan terjadi pelecehan seksual itu pukul 18.30 WIB-an masih ingat dimulainya?" tanya hakim Wahyu Iman Santoso.
"Mohon maaf, Yang Mulia, kalau untuk waktu saya tidak tahu," jawab Putri Candrawathi.
"Saudara tidak tahu, tapi di luar sudah gelap atau belum Saudara masih ingat tidak?" tanya hakim Wahyu.
Putri lantas menjawab bahwa kondisi di luar saat itu masih terang, namun dengan kondisi pintu kaca tertutup dan pintu kayu terbuka.
"Setelah pintu kaca tertutup yang saudara bilang dikunci apakah dimungkinkah orang lain dari bawah naik ke atas?" tanya hakim Wahyu lagi.
"Kalau terkunci tidak, tapi kalau dipaksa terbuka mungkin bisa karena pintu itu kuncinya hanya menyantol," jawab Putri.
"Ketika ditarik agak kuat bisa?" tanya hakim.
"Bisa terbuka," jawab Putri.
Lagi-lagi, hakim Wahyu mencecar Putri saat Yosua masuk ke kamarnya.
"Sekarang saya mau nanya kapan saudara sadar bahwa Yosua masuk ke ruang kamar saudara?" tanya hakim Wahyu.
Sambil menangis, istri Ferdy Sambo itu menceritakan bahwa dirinya saat itu sedang tidur.
"Waktu itu saya tertidur terus terdengar bunyi kayak pintu keras kayak 'grek' gitu terus saya membuka mata saya," jawab Putri.
Putri lalu menceritakan saat ia membuka mata sudah melihat Brigadir J di dekat kakinya.
"Yosua sudah ada di..," kata Putri.
"Kamar?" timpal hakim.
"Di dekat kaki saya," ujar Putri Candrawathi.
Putri lantas mengaku dirinya saat itu langsung terjatuh.
Putri juga mengatakan bahwa saat saat itu asisten rumah tangga (ART) Susi naik ke lantai 2 dan memegang kakinya.
"Setelah saya jatuh terduduk, saya tersadar ketika Susi memegang kaki kanan saya, dia menggoyang-goyangkan kaki saya, dia bilang 'ibu, ibu'," kata Putri.
"Terus dia membuka mata saya, saya menangis, lalu Susi berteriak 'Om Kuat, tolong ibu', lalu Kuat naik ke atas, memegang kaki kiri saya, dan menangis," imbuhnya.***

Share this article
Putri Candrawathi ceritakan bagaimana Yosua masuk ke kamarnya, dalam kondisi tidur almarhum sudah ada di dekat kakinya.