AYOJAKARTA.COM - Jurnalis senior Aiman Witjaksono kembali membuka tabir dibalik uang Rp 100 triliun di rekening Brigadir Yosua alias Nofriansyah Yosua Hutabarat yang tewas dalam penembakan di rumah atasannya Ferdy Sambo.
Aiman diketahui melakukan investigasi lebih dalam akan peristiwa dibalik kematian ajudan mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Brigadir Yosua.
Sebelumnya, setelah kematian Yosua muncul ke permukaan sejumlah kejanggalan pun ikut terungkap salah satunya soal uang Rp 100 triliun di rekening Brigadir Yosua.
Baca Juga: Ada Misteri di Hasil Poligraf, Ahli Poligraf Ungkap Pertanyaan yang Bikin Kuat Ma’ruf Berbohong
Menariknya di kasus Ferdy Sambo itu tidak ada sepeserpun rupiah yang disita terkait kasus tersebut.
Hal tersebutlah yang membuat sosok Aiman pun tertarik untuk membahas dan mengungkapnya di hadapan publik.
Aiman Witjaksono menanyakan uang Rp 100 triliun yang ada di rekening Brigadir Yosua kepada Glen tumbelaka Ketua lembaga Missi Reclasseering Republik Indonesia (LMR RI).
Dikutip Ayojakarta.com dari kanal Youtube Official iNews pada Kamis (29/12/2022), Aiman membicarakan mengenai uang Rp 100 triliun tersebut.
Dalam video tersebut, Aiman pun menampilkan bukti debet yang yang diduga ada di dalam rekening atas nama Nofriansyah Yosua.
Pada bukti itu, tertulis nominal debet yang fantastis yaitu hampir sebesar Rp 100 triliun.
"Yang ingin saya tanyakan adalah apa yang mau anda bela disini, Rp 100 triliun ini kan sempat PPATK menyebutkan itu adalah batas ketika pihak bank ingin membatasi dari jumlah yang dibekukan. Maka digunakan Rp 99 triliun yang hampir mustahil, tapi anda melihat sebagai hal lain bukan pagu, ini uang ada kok ini punya Yosua begitu?," tanya Aiman.
"Dinyatakan disurat begitu menurut saya," kata Glen
Lantas kemudian Glen pun menjelaskan menurut pandangannya bagaimana sejumlah uang tersebut memang dinyatakan ada keberadaanya.
Baca Juga: Amalkan 3 Wasiat Mbah Moen Ini Setelah Shalat Subuh, Niscaya Rezeki Lancar dan Utang Lunas
"Begini disinikan ada beberapa kolom nama segala macam, kemudian bahwa di kolom nomor rekening terus nilai nominal, jenis transaksi debet dan ada Rp-nya ada dan istilahnya penghentian sementara transaksi ini transaksi uang kan bukan," ungkap Glen
"Tapi kalau pihak BI dan PPATK sudah mengatakan seperti itu ada apa?," tanya Aiman.
"Jadi gini kalau dari surat, inikan lampiran. Berita Acara ini lampiran jadi berdasarkan surat PPATK no sekian ini menunjuk pada surat tersebut diatas perihal pada pokok surat dengan ini kami sampaikan berita acara penghentian sementar atas rekening saudara dengan data sebagai berikut nama Novriansyah Yosua, nomor rekening ada dua ini aja sudah aneh," ucap Glen.
"Kenapa aneh?," tanya Aiman.
"Karena hanya satu berkas, kalo satu-satu berarti ada dua berkas," kata Glen.
Baca Juga: Terpopuler! Kubu Ferdy Sambo Blunder Usai Saksi Ahli Justru Buktikan Bharada E Tidak Bersalah
Sedangkan, pihak corporate secretary BNI, Okki Rushartomo mengungkapkan dokumen tersebut merupakan dokumen berita acara penghentian sementara transaksi bank yang harus dibuat sesuai dengan yang disyaratkan maupun dalam format berdasarkan peraturan PPATK No. 18 Tahun 2017.
Namun, kecurigaan itu juga dibenarkan oleh Yenti Garnasih pakar hukum TPPU soal uang tak bertuan Rp 100 triliun saat ditanya kebenaranya oleh Aiman.
“Ada uangnya? Bukan pagu?” tanya Aiman.
“Kalau tulisannya debet berarti ada uang terus kemudian keluar. Bank memberitahukan kita kan caranya begitu,” balas Yenti.
“Saya sudah banyak ikut pengungkapan TPPU. Tidak pernah dengar ada pagu,” imbuh Yenti.
Hingga pada akhirnya, Aiman pun menyimpulkan jika uang Rp 100 triliun tersebut adalah benar adanya.***

Share this article
Jurnalis senior Aiman Witjaksono kembali membuka tabir dibalik uang Rp 100 triliun di rekening Brigadir Yosua, begini hasil investigasinya