Sesar Baribis Segmen Ciremai Penyebab Gempa Kuningan 3.8 SR, Ahli BMKG: Potensi Gempa Magnitudo Maksimum 6,5

Sesar Baribis Segmen Ciremai Penyebab Gempa Bumi Kabupaten Kuningan  3.8 SR, Ahli BMKG: Potensi Gempa Magnitud

Sesar Baribis Segmen Ciremai Penyebab Gempa Bumi Kabupaten Kuningan 3.8 SR, Ahli BMKG: Potensi Gempa Magnitud

AYOJAKARTA.COM - Gempa bumi tektonik kembali melanda wilayah Jawa Barat tepatnya di Kabupaten Kuningan dengan kekuatan 3,8 SR.

Info terkini yang sampaikan oleh Daryono selaku Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami, mengatakan bahwa gempa tersebut berada pada episenter dengan titik koordinat 6.99 LS dan 108.48 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 1 km Barat Daya Kabupaten Kuningan Jawa Barat.

Kedalaman gempa tersebut tergolong dangkal karena hiposenternya berada pada 5km.

Baca Juga: Info Gempa Hari Ini: Gempa Skala Magnitudo 4,3 Goyang Pasaman Barat, Sumatra Barat (22 Desember)

Berdasarkan data tersebut, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi kerak dangkal (shallow crustal earthquake) akibat aktivitas sesar aktif.

Sesar yang menjadi penyebab terjadinya gempa bumi tersebut teridentifikasi sebagai sesar Baribis.

Hal ini disampaikan oleh Daryono melalui grup WhatsApp pada Kamis (22/12/2022).

Baca Juga: Terpopuler! Selain Ajak Pakai Iron Dome untuk Halau Potensi Gempa Megathrust, Dokter Tifa Siap Jadi Presiden

"Diduga kuat Gempa Kuningan pagi ini dipicu aktivitas Sesar Baribis Segmen Ciremai," tulis Daryono melalui grup WhatsApp.

Daryono pun kembali menjelaskan dalam pernyataannya di grup WhatsApp potensi gempa yang diakibatkan oleh sesar Baribis ini.

"Daerah pusat gempa ini dilalui jalur Sesar Baribis. Tepatnya Segmen Ciremai. Segmen Ciremai memiliki potensi gempa dengan magnitudo maksimum 6,5. Sesar ini juga memiliki laju pergeseran sesar 0,1 milimeter per tahun," tulis Daryono dalam grup WhatsApp.

Baca Juga: 5 Kota Paling Aman dari Gempa Bumi dan Tsunami di Indonesia, Simak Selengkapnya di Sini!

Lebih lanjut Daryono juga memberikan penjelasan antara sesar yang menjadi penyebab gempa bumi dengan sejarah gempa yang terjadi di Gunung Ciremai.

"Berdasarkan catatan sejarah, daerah tersebut sudah beberapa kali diguncang gempa tektonik, yaitu pada 1947, 1955 dan 1973 yang melanda daerah barat daya Gunung Ciremai dan sekitarnya.

Diduga karena berkaitan dengan struktur sesar aktif yang melintas di wilayah tersebut," tulis Daryono melalui grup WhatsApp.

Baca Juga: Gempa M 3,8 Goyang Kuningan Jawa Barat, Getarannya Dirasakan Warga Cirebon Sampai Majalengka

Penjelasan dari Daryono tersebut senada dengan penjelasan pada laman vsi.esdm.go.id, dituliskan pada sebuah artikel dengan judul 'G. Ciremai - Sejarah Letusan'.

Dari catatan sejarah mengenai gempa bumi tektonik yang melanda Gunung Ciremai tersebut, dituliskan bahwa penyebab gempa bumi diduga berkaitan dengan struktur sesar berarah tenggara - barat laut.

Selain itu pada tahun 1990 dan 2001 tercatat terjadi gempa bumi yang menyebabkan kerusakan pada bangunan di daerah Maja dan Talaga sebelah barat Gunung Ciremai, getarannya pun terasa sampai di desa Cilimus.

Baca Juga: Gempa 3.8 Magnitudo Terjadi di Kuningan Jawa Barat Pagi Ini, BMKG Duga Kuat Sesar Baribis Menjadi Pemicunya!

Keaktifan sesar Baribis ini memang sudah diprediksikan oleh para ahli ilmu kegempaan salah satunya Sri Widiyantoro.

Dalam wawancaranya di YouTube Channel Harian Kompas (12/12/2022) guru besar Fakultas Pertambangan dan Perminyakan ITB Sri Widiyantoro dan Team memaparkan mengenai kecemasannya terhadap sesar Baribis tersebut.

"Yang kami tidak inginkan, tetapi ada potensi itu adalah yang jarang muncul gempanya, takutnya sedang mengakumulasi energi, sehingga kalau terlepas sekaligus energinya cukup kuat seperti yang terjadi didekat Cianjur," ucap Sri Widiyantoro.

Baca Juga: 12 Gempa Besar yang Guncang Selatan Jawa, 5 diantaranya Jadi Tsunami, Begini Faktanya!

Berkaca dari gempa yang melanda Kabupaten Cianjur, Sri Widiyantoro menyampaikan kekhawatiranya jika gempa tersebut terjadi dengan hiposenter yang dangkal.

"Magnitudo 5,6 kalau dangkal dan di darat kita tahu sendiri ya sangat berbahaya," ucap Sri Widiyantoro.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Metropolitan 04 Jun 2026, 07:47 WIB

679 Jiwa Terdampak Kebakaran Kemayoran, Dinsos DKI Berikan Bantuan Logistik: Makanan hingga Layanan Dukungan Psikososial

Dinas Sosial DKI Jakarta diketahui memberikan bantuan logistik berupa makanan siap saji, kebutuhan dasar, perlengkapan keluarga dan sekolah, termasuk Layanan Dukungan Psikososial serta dukungan hunian

Metropolitan 04 Jun 2026, 07:11 WIB

Prediksi Cuaca DKI Jakarta Kamis 4 Juni 2026: 4 Wilayah Serentak Hujan Sore hingga Malam Hari

Informasi seputar prediksi cuaca DKI Jakarta dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada hari Kamis, 4 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 22:20 WIB

Aturan Baru Cukai Rokok dan Kemasan Polos, Sanggupkah 6 Juta Pekerja Tembakau Bertahan?

Layer baru cukai 2026 & aturan kemasan polos ancam industri rokok legal. Kebijakan ini dinilai memicu PHK masif bagi 6 juta pekerja & petani. Ahli desak penguatan hukum nyata, bukan regulasi baru.

Pendidikan 03 Jun 2026, 21:51 WIB

UIC Creative Showcase 2026 bertema “The Great Britain Festival in Indonesia” Saatnya Unjuk Gigi di Negeri Inggris Raya

UIC College, dibawah naungan USG Education Group menggelar UIC Creative Showcase 2026 bertema "The Great Britain Festival in Indonesia".

Nasional 03 Jun 2026, 20:58 WIB

Dilema Cukai Rokok 2026, Mengapa Produsen Legal Merasa Dikorbankan oleh Layer Baru Menkeu?

Rencana layer baru cukai 2026 untuk akomodasi rokok ilegal dinilai tidak adil bagi pabrikan patuh. Kebijakan ini memicu moral hazard, ancam pangkas Rp150 T kas negara, dan rontokkan industri legal.

Bisnis 03 Jun 2026, 20:40 WIB

BTN Perluas Program Bayar Angsuranmu dengan Sampahmu ke 8 Provinsi

BTN berkolaborasi dengan Bank Sampah Muria Berseri Kudus untuk mendorong pengurangan emisi dan pengelolaan sampah bernilai ekonomi.

Nasional 03 Jun 2026, 19:24 WIB

Dampak Kenaikan Harga Bioetanol Terhadap Program Mandatori B50 2026

Target mandatori B50 RI pada 2026 untuk stop impor solar terancam kenaikan harga bioetanol (Rp8.062/liter). Lonjakan akibat pelemahan kurs rupiah ini berisiko membengkakkan beban subsidi energi negara

News 03 Jun 2026, 17:51 WIB

Kasus Jual Beli SPPG? Mantan Petinggi BGN: Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Ditahan Kejagung!

Setelah dicopot, mantan Kepala BGN Dadan Hindayana akhirnya ditahan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) dan dibawa ke mobil pada Rabu, 3 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 17:24 WIB

Ironi Transisi Energi, Saat Kurs Rupiah Rp17.000 Ikut Mengerek Harga Biodiesel dan Bioetanol

Transisi energi Indonesia terganjal kurs rupiah di atas Rp17.000/USD. Meski bahan baku lokal, biaya konversi bioetanol & biodiesel Juni 2026 pakai denominasi dolar AS, bikin harga BBN rapuh & mahal.

Pendidikan 03 Jun 2026, 17:18 WIB

SPMB SMP DKI Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Simak Persyaratan dan Batas Waktu Verifikasi Akun

Tahapan prapendaftaran SPMB Jakarta 2026 ini dijadwalkan akan terus berlangsung hingga 10 Juni 2026.

Otomotif 03 Jun 2026, 17:05 WIB

Awas Ketinggalan! Program Pemutihan Pajak dari Bapenda DKI Hanya 3 Bulan Saja Loh, Catat Tanggalnya Ya...

Pemprov DKI Jakarta melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI memberikan keringanan untuk penghapusan sanksi PKB dan BBNKB mulai 1 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 16:27 WIB

Siapa Saja Sosok Pimpinan Baru di Badan Gizi Nasional? Intip Profilnya

Presiden Prabowo rombak total pimpinan Badan Gizi Nasional akibat program Makan Bergizi Gratis rapor merah (20rb kasus keracunan & 98% dapur ilegal). Nanik S. Deyang ditunjuk jadi Kepala BGN baru.

Nasional 03 Jun 2026, 15:42 WIB

Badan Gizi Nasional Diguncang Geledah Kejagung dan Perombakan Total, Ada Apa?

Presiden Prabowo copot Kepala BGN Dadan Hindayana akibat rapor merah program Makan Bergizi Gratis (20 ribu kasus keracunan). Kantor BGN pun digeledah Kejagung terkait dugaan korupsi dan unit ilegal.

Bisnis 03 Jun 2026, 15:18 WIB

Gandeng Pertamina Patra Niaga JBB, Kelompok Kampung Sirih Mandiri Finansial Berkat Bisnis Ecoprint

Pertamina Patra Niaga Regional JBB gelar Pelatihan Ecoprint di Kampung Sirih Serpong demi bangun ekonomi sirkular dan SDGs.

Teknologi 03 Jun 2026, 15:17 WIB

Fitbit Air Resmi Meluncur, Gelang Pintar Google Tanpa Layar dan Bebas Biaya Langganan

Google merilis Fitbit Air, gelang kesehatan tanpa layar seberat 12 gram seharga Rp2,6 juta. Berfitur lengkap, tahan air 50m, baterai 7 hari, dan tanpa biaya langganan bulanan untuk fitur intinya.

Gadget 03 Jun 2026, 14:43 WIB

In This Economy, Infinix HOT 70 Hadir dengan Harga Murah Meriah tapi Spesifikasi Mengejutkan

Infinix HOT 70 hadir dengan bodi tipis 7,49mm, baterai 6000mAh, Helio G100, dan kamera 50MP yang bagus. Meski layar masih HD, David GadgetIn merekomendasikan varian 4/128GB (Rp2,2 juta).

Viral 03 Jun 2026, 14:04 WIB

KPID DKI Jakarta Respons Kasus Viral Tayangan JakTV yang Jadi Sorotan Publik

Sebagai bentuk respons laporan dari warganet mengenai siaran JakTV pada Senin (1/6) sekitar pukul 09.12 WIB yang menuai sorotan publik.

Metropolitan 03 Jun 2026, 13:43 WIB

Daerah Luar DKI Bisa Daftar! Pemprov Jakarta Gelar Operasi Gratis Bibir Sumbing dan Langit-langit di 2 Rumah Sakit Ini

Sudah berlangsung sejak tahun 2025, Pemprov DKI Jakarta kembali gelar Operasi Gratis Bibir Sumbing dan Langit-langit, kini bertajuk Bakti Kesehatan Lima Abad Jakarta.

Jakarta Selatan 03 Jun 2026, 13:35 WIB

Paling Banyak Bulan April, Sudinhub Jakarta Selatan Tindak 1.337 Kendaraan yang Lakukan Pelanggaran Lalu Lintas!

Sebanyak 1.337 kendaraan yang melanggar peraturan lalu lintas berhasil diamankan oleh Suku Dinas Pehubungan (Sudinhub) Jakarta Selatan dalam kurun waktu 5 bulan hingga Mei 2026.