AYOJAKARTA.COM - Pulau Bali diguncang gempa petang kemarin dengan skala yang cukup besar yaitu 5,2 SR tepatnya berada di timur laut Karangasem Bali.
Dikutip dari akun Twitter @DaryonoBMKG meski tidak menyebabkan korban meninggal dunia, gempa tersebut menyebabkan beberapa kerusakan bangunan di daerah Bali.
Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menjelaskan lebih lanjut bahwa penyebab gempa bumi Selasa petang, 13 Desember 2022 kemarin adalah sesar naik Flores.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa karangasem M5,1 merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Flores. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," tulis Daryono.
Dikutip Ayojakarta.com dari akun YouTube Metrotvnews(14/12/2022), Daryono pernah memberikan penjelasan mengenai sesar flores yang pernah menyebabkan gempa 6,4 SR mengguncang timur laut Situbondo.
"Ada satu sebenarnya yang harus menjadi pegangan kita seluruh peta geologi dan tektonik yang ada semua sepakat bahwa ada sebuah jalur sesar yang sangat panjang membentang dari utara Flores ke arah barat utara Sumbawa, ke utara Lombok, utara Bali kemudian nyebrang selat Madura kemudian berlanjur ke darat Jawa Timur," ucap Daryono.
Dalam sebuah jurnal di perpustakaan menlhk.go.id pernah diterangkan juga oleh Daryono bahwa secara tektonik sesar naik busur belakang di utara Nusa Tenggara ini terbentuk sebagai reaksi terhadap tekanan yang timbul akibat tumbukan Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia.
Jalur sesar aktif yang popular disebut Flores Back Arc Thrust ini berada di dasar laut.
Beberapa gempa besar pun pernah mengguncang wilayah yang dilewati oleh sesar flores ini.
Gempa bumi Buleleng Bali 7,0 SR yang terjadi pada 22 November 1815 menyebabkan 1.200 orang meninggal dunia.
Gempa bumi Bima NTB 7,5 SR yang terjadi pada 28 November 1836
Gempa bumi Bali 7,0 SR terjadi pada 13 Mei 1857
Gempa bumi Seririt Bali 6,5 SR yang terjadi pada 14 Juli 1976 menyebabkan 600 orang meninggal dunia
Gempa bumi Flores 7,8 SR 12 Desember 1992 menyebabkan 2.500 orang meninggal dunia
Gempa bumi Lombok 7,0 SR 5 Agustus 2018 menyebabkan 515 orang meninggal dunia.
Lebih lanjut, dalam wawancaranya di akun YouTube metrotvnews Daryono menjelaskan bahwa para ahli mengalami kesulitan untuk meneliti sesar yang berada di laut.
Baca Juga: Lawan Balik Saat Dicecar Arman Hanis Kuasa Hukum Ferdy Sambo, Richard Eliezer: Saya Didoktrin!
"Kita harus akui bahwa reseach kita terhadap sistem sesar atau patahan-patahan itu masih banyak yang belum teridentifikasi dengan baik, apa lagi sesar yang berada didasar laut itu menjadi perhatian kita, apa lagi itu membutuhkan biaya yang besar," ucap Daryono.***

Share this article
Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menjelaskan bahwa penyebab gempa bumi Selasa petang, 13 Desember 2022