Bantah Pernyataan SBY, Anies Blak-blakan Bongkar Fakta di Balik Hubungannya dengan Demokrat

Pasangan Capres-Cawapres, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin)
Pasangan Capres-Cawapres, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin)

AYOJAKARTA.COM - Situasi politik yang saat ini tengah panas antara Koalisi Perubahan pengusung Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dengan mantan partai pendukungnya Demokrat masih menjadi sorotan.

Bahkan Ketua Majelis Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sempat menyatakan dalam konferensi persnya bahwa Anies Baswedan tidak amanah dan tidak dapat dipercaya sebagai sosok calon pemimpin.

Pernyataan soal kekecewaan Demokrat kepada Anies Baswedan yang disebut berkhianat karena memilih Cak Imin dari PKB pun ramai disampaikan melalui berbagai media.

Baca Juga: Blak-Blakan Anies Baswedan Buka Suara Tak Pilih AHY Sebagai Cawapres, Ternyata...

Anies kini menjawab pernyataan SBY soal dirinya dan partai pengusungnya NasDem yang disebut berkhianat.

Dalam acara Mata Najwa, Anies Baswedan hadir bersama Cak Imin eksklusif buka suara terkait hal tersebut.

Anies blak-blakan membantah apa yang disampaikan SBY dengan membeberkan sejumlah fakta yang mungkin tidak diketahui banyak pihak.

Baca Juga: Demokrat Nyelekit, Gagasan Surya Paloh untuk Menjodohkan Anies Baswedan-Cak Imin Ada Intervensi Jalur Langit

Menurut Anies, sebelum ada keputusan untuk memilih Cak Imin sebagai cawapres, pada Tim 8 di mana saat itu ada utusan dari NasDem, PKS dan Demokrat sudah menemukan ketidaksepakatan dan jalan buntu.

"Bahwa pada 27,28,29 (Agustus 2023) ada percakapan intensif di tim 8, dan pada tanggal 28 itu sudah ketemu situasi perbedaan pandangan yang tidak bisa dipertemukan," ujar Anies seperti dikutip dari kanal YouTube Najwa Shihab, Selasa (5/9/2023).

Baca Juga: Cak Imin Dipanggil KPK, Skenario Gagalkan Pencapresan Anies Baswedan Dimulai?

Anies menceritakan bahwa ada fakta bahwa perbedaan pandangan yang terjadi dengan kubu Demokrat sudah terjadi sejak bulan Juni 2023 lalu.

Perbedaan tersebut berkaitan dengan masalah cawapres yang akan dipilih mendampinginya di Pilpres 2024 mendatang.

"Perbedaan pandangannya adalah sejak bulan Juni, disampaikan kepada NasDem, PKS maupun Demokrat bahwa dari semua opsi wakil yang ada yang tersedia saat ini adalah AHY," jelas mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Baca Juga: Pengamat Politik: Anies Baswedan dan Cak Imin Adalah Pasangan Serasi, Diprediksi Menang di Pilpres 2024

"Dan pak Surya Paloh mendengar itu beliau tidak menolak, tetapi beliau mengatakan itu adalah opsi yang boleh kita lakukan pencalonan di ujung, tapi tidak sekarang," lanjutnya.

Saat itu memang semuanya baik dari pihak PKS dan Demokrat memahami bahwa pilihannya yang tersedia adalah AHY sebagai calon wakil presiden.

Namun ternyata, setelah pulang haji, dari sisi Demokrat berharap agar AHY sebagai cawapres itu segera dideklarasikan dan disepakati.

Baca Juga: AHY Sebut Demokrat Telah Dilukai oleh Mereka yang Tidak Jujur, Sindir Anies Baswedan?

Tetapi sayangnya, dari sisi NasDem tidak bersedia untuk dideklarasikan secara terburu-buru dan tetap meminta waktu untuk menunggu momen yang pas sambil mencari opsi lainnya.

Meski begitu, Anies menegaskan bahwa pihak NasDem tida menolak nama AHY, tetapi hanya meminta agar jangan dideklarasikan sekarang.

Hingga akhirnya perbedaan pendapat tersebut tetap tidak menemukan titik temu yang pas.

Baca Juga: Segini Harta Kekayaan Anies Baswedan dan Cak Imin, Jika Digabung Bisa Capai 150 Miliar?

"Nama itu tidak ditolak, tetapi tidak dideklarasikan sekarang, dicoba cari penjembatan sampai akhirnya tidak ketemu," terang Anies.

Lebih lanjut Anies menceritakan bahwa pada puncaknya perbedaan tersebut terjadi pekan lalu hingga beberapa wakil merasa emosi dan disebutkan sampai memukul meja.

"Dan puncaknya itu pada hari Selasa (29/8/2023) di tim 8, antara utusan Demokrat dan NasDem terjadi perbedaan pandangan yang sangat keras. Bahkan sampai gebrak meja saat itu," jelas Anies.

Baca Juga: Jurusan Kuliah dan Kampus 5 Menteri Pendidikan di Indonesia, Anies Baswedan Alumni Mana Nih?

Saat itu Demokrat meminta agar segera mendeklarasikan sedangkan NasDem tetap pada pendiriannya untuk menunggu untuk adanya pilihan lain.

"Dan perbedaan itu tidak ditemukan, sampai gebrak meja keras sekali, karena ada statement-statement yang kurang tepat," imbuhnya.

Dan di malam itu jugalah Surya Paloh rupanya diceritakan Anies tengah bertemu dengan Cak Imin dari PKB dan membahas kerjasama soal cawapres dan diambillah keputusan NasDem tanpa memberitahukan terlebih dahulu kepada PKS dan Demokrat demi menjaga agar PKB tak diambil oleh pihak lain.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Muhaimin Iskandar
# Demokrat
# AHY
# NasDem
# Cak Imin
# Anies Baswedan
# SBY
# PKB

News Update

Metropolitan

Kunjungan Turis DKI Jakarta Tembus Jutaan, Ekonomi Ibu Kota Berhasil Capai Rp 67,5 Triliun!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, ke Ibu Kota mengalami kenaikan yang sangat signifikan.

Metropolitan

Siap Hadirkan Ruang Publik Sehat, Pemprov DKI Targetkan Bangun 10 RTH Baru hingga Akhir 2026!

Hingga akhir tahun 2026 mendatang, Pemprov Jakarta menargetkan pembangunan 10 ruang terbuka hijau (RTH) baru di berbagai titik.

Metropolitan

Kolaborasi Homy Nomad Fatmawati dan Flow Society Gelar Yoga Seamless Strength

Homy Nomad Fatmawati berkolaborasi dengan komunitas yoga Flow Society menggelar kegiatan yoga

Bisnis

Tiga Strategi Utama SMF untuk Dukung Likuiditas Lembaga Penyalur Kredit

Dalam memperkuat perannya di sektor pembiayaan perumahan, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menjalankan tiga strategi utama, yaitu mendukung program Pemerintah menyediakan likuiditas

Bisnis

Per Juni 2026, SMF Bukukan Akumulasi Penyaluran Pembiayaan Sebesar Rp141,61 triliun

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF terus memperkuat perannya sebagai penyedia likuiditas sekaligus alat fiskal Pemerintah dalam mendukung keberlanjutan sektor pembiayaan perumahan

News

Lembaga Baru! Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia, Tugasnya Apa?

Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI).

News

Resmi Dilantik Prabowo, Mantan Wamentan Sudaryono Jadi Kepala Badan Gizi Nasional: Janji Benahi MBG

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Metropolitan

Waspada! Muka Tanah Jakarta Turun 4 Sentimeter per Tahun, Kawasan Muara Baru Jadi yang Terdalam...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah masih menjadi tantangan lingkungan yang sangat serius bagi ibu kota.

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.