AYOJAKARTA.COM - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP membuka peluang berkoalisi dengan Partai Demokrat.
Hal tersebut terjadi setelah Partai Demokrat menyatakan keluar dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan atau KPP setelah Anies Baswedan menggandeng Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai cawapres.
Dikutip ayojakarta.com dari TikTok @krisna_234sb pada Rabu (6/9/2023), pernyataan ini disampaikan Ketua DPP PDIP Puan Maharani dalam keterangannya di Surakarta, Jawa Tengah Sabtu (2/9/2023) malam.
“Masih terjalin dan selalu terjalin (hubungan baik PDIP-Demokrat), jadi tentu saja setelah ini kita mungkin akan melakukan silaturahmi untuk menjajaki kemungkinan-kemungkinan yang ada. Ya kami meyakini bahwa PPP masih teguh untuk bisa bersama-sama dengan PDI Perjuangan. Namun kami juga menyadari bahwa dinamika politik ya bisa saja kemudian terjadi satu dinamika perubahan, namun sampai hari ini kami meyakini bahwa PPP akan tetap bersama dengan PDI Perjuangan”, kata Puan Maharani.
Sebelumnya PDIP dan Demokrat sempat beberapa kali bertemu salah satunya pada 8 Juni 2023.
Setelah pertemuan itu PDIP bahkan sempat menyebut nama AHY masuk radar cawapres untuk mendampingi Ganjar Pranowo.
Selain itu dari sudut pandang Partai Demokrat menyatakan bahwa mereka telah siap berkoalisi.
Peta koalisi menuju Pilpres 2024 menjadi kian dinamis setelah NasDem dengan PKB berkoalisi mengusung pasangan Anies baswedan dan Muhaimin Iskandar.
Baca Juga: Elektabilitas Anies Baswedan Terus Merosot, Jubir KPP : Mana Ada Partai Dukung Orang Potensi Kalah
Partai Demokrat mengaku kecewa dan melepaskan dukungan kepada Anies Baswedan dan kini membuka peluang berkoalisi dengan PDIP yang mengusung Ganjar Pranowo.
Bahkan PDIP dan Demokrat merencanakan pertemuan antara Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono.
Saat ini sudah ada empat partai politik yang mendukung Ganjar Pranowo sebagai capres yakni PDIP, PPP, Perindo dan Hanura.
Meski begitu hingga saat ini belum diumumkan nama cawapres pendamping Ganjar Pranowo.***

Share this article
Demokrat diisukan akan berkoalisi dengan PDIP setelah keluar dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).