AYOJAKARTA.COM - Rocky Gerung mengkritik tajam Partai Perindo setelah menampilkan bakal calon presiden Ganjar Pranowo dalam tayangan azan magrib.
Menurutnya, Perindo yang berada dalam koalisi dengan PDIP dituduh melakukan kecurangan dengan melakukan tindakan politik identitas.
Rocky Gerung juga menyatakan keterkejutan atas tindakan Perindo yang memajang Ganjar Pranowo selama tayangan azan dapat menyebabkan kontroversi di masyarakat dan dianggap sebagai sebuah blunder.
“Buat apa itu dipamerkan? Buat apa Hary Tanoe sudah punya Perindo tapi masih memanfaatkan jaringannya itu untuk menyodorkan sesuatu yang kontroversial?” ucap Rocky Gerung dikutip ayojakarta.com dari YouTube Rocky Gerung Official, Selasa (12/9/2023).
Baca Juga: Relawan Tolak Mentah-mentah Ridwan Kamil jadi Cawapres Ganjar Pranowo, Alasannya Bikin Menohok!
Rocky Gerung menyatakan bahwa tindakan tim sukses yang menampilkan Ganjar Pranowo dalam tayangan salat magrib berpotensi menimbulkan kontroversi.
Meskipun kontroversi tersebut mungkin kecil, namun ada pihak yang dapat memanfaatkannya untuk kepentingan lain.
Rocky Gerung memberikan kritik tajam terhadap Hary Tanoe dan menilai bahwa penggunaan frekuensi publik untuk kepentingan pribadi tidak pantas.
Menurutnya, frekuensi televisi bukanlah kepemilikan pribadi melainkan sumber daya alam terbatas yang dipinjamkan negara.
“Kita Indonesia itu meminjamkan frekuensi publik kepada Hary Tanoe itu bukan frekuensi Partai Perindo, itu frekuensi publik milik negara,” ucapnya.
Baca Juga: Oknum Pelempar Botol ke Arah Rocky Gerung dan Refly Harun Terkuak, Sosoknya Bukan Orang Sembarangan
Menghadapi Pemilu 2024, tayangan azan magrib di salah satu stasiun TV dianggap Rocky Gerung sebagai tindakan curang yang dapat menguntungkan koalisi yang mendukung Ganjar Pranowo.
“Perindo ini tidak boleh memanfaatkan frekuensi publik untuk kepentingan koalisi Ganjar di situ, itu curang namanya,” lanjutnya.
Selanjutnya, Rocky Gerung mengajukan permintaan kepada Badan Pengawas Pemilu atau Komisi Penyiaran Indonesia untuk memberikan teguran keras dan sanksi kepada stasiun TV yang menyiarkan Ganjar Pranowo selama azan magrib.
Sementara itu, politisi PDIP, M Guntur Romli berpendapat bahwa tidak ada pihak yang dirugikan oleh tayangan tersebut.
Baca Juga: Viral Momen Refly Harun Dilempar Botol saat Mengisi Diskusi Kebangsaan Bareng Rocky Gerung
Baginya, tayangan azan magrib hanyalah sebuah cara untuk menunjukkan identitas keislaman calon presiden.
Dalam menghadapi Pemilu 2014 dan 2019, PDIP sering kali dihadapkan pada tuduhan tidak memiliki kedekatan dengan agama.
Oleh karena itu, PDIP harus melakukan tindakan untuk mengatasi fitnah anti-agama dan anti-Islam.
Guntur Romli menambahkan bahwa calon presiden mereka adalah seorang muslim yang taat.
Selain itu, istri Ganjar Pranowo juga memiliki latar belakang pesantren yang sangat kuat dalam keislamannya.
“Itu bagian dari menunjukkan identitas keislaman karena dari 2014-2019, capres kami sering menerima tuduhan sebagai orang PKI dan Non Muslim,” ucapnya.
Tayangan video azan yang menampilkan Ganjar Pranowo dapat dianggap sebagai ekspresi keislaman seseorang yang dianggap sah dan dilindungi oleh undang-undang.
Pelanggaran akan terjadi jika tayangan tersebut berisi ajakan atau kampanye untuk memilihnya.
“Di mana salahnya kalau ingin mengajak orang salat? Ganjar Pranowo adalah muslim yang baik juga nasionalis,” tutupnya.***

Share this article
Begini kritik tajam Rocky Gerung pada Perindo dan Hary Tanoe soal iklan azan magrib TV Ganjar Pranowo.